Anak menelan benda asing: Berapa lama koin, baterai atau magnet bisa keluar dengan sendirinya?

waktu baca 7 menit
Anak menelan benda asing: Berapa lama koin, baterai atau magnet bisa keluar dengan sendirinya?Saat si kecil tersedak atau menelan benda asing, kepanikan pasti langsung menyelimuti hati kita sebagai orang tua. Apalagi jika mereka mulai mengalami kesulitan bernafas, batuk-batuk, atau wajahnya berubah biru. Itu adalah momen yang memerlukan aksi cepat, seperti membawa mereka ke instalasi gawat darurat (IGD) terdekat.

Anak menelan benda asing: Berapa lama koin, baterai atau magnet bisa keluar dengan sendirinya?

Saat si kecil tersedak atau menelan benda asing, kepanikan pasti langsung menyelimuti hati kita sebagai orang tua. Apalagi jika mereka mulai mengalami kesulitan bernafas, batuk-batuk, atau wajahnya berubah biru. Itu adalah momen yang memerlukan aksi cepat, seperti membawa mereka ke instalasi gawat darurat (IGD) terdekat.

Namun, seiring dengan gejala yang muncul, pertanyaan orang tua tentang berapa lama koin, baterai, atau magnet yang tertelan bisa keluar dengan sendirinya muncul begitu saja. Untungnya, sebuah penelitian di Singapura memberikan pencerahan kepada para dokter anak dan tentu saja kita sebagai orang tua yang cemas.

Jika benda asing yang tertelan telah melewati tenggorokan dan masuk ke saluran pencernaan, dokter mungkin akan menyarankan untuk membiarkan proses pencernaan alami bekerja. Dengan kata lain, benda tersebut akan keluar dengan sendirinya saat si kecil buang air besar.

Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa sebagai orang tua, kita tetap cemas dan bertanya-tanya. Berapa lama sebenarnya waktu yang dibutuhkan hingga koin, manik-manik, baterai, atau magnet keluar dari tubuh anak?

Penelitian yang dilakukan oleh Institut Kedokteran Anak Universitas Nasional Khoo Teck Puat (KTP-NUCMI) di NUH memberikan jawaban untuk kekhawatiran tersebut. Studi ini melibatkan lebih dari 2.100 pasien anak dan remaja yang diperiksa dokter karena menelan benda asing.

Penting untuk diketahui bahwa insiden semacam ini paling sering terjadi pada balita usia satu hingga dua tahun yang sedang dalam fase oral, di mana mereka belajar tentang ukuran, bentuk, tekstur, dan kepadatan benda-benda di sekitar mereka dengan memasukkannya ke dalam mulut. Namun, terkadang, benda tersebut tak sengaja tertelan.

Benda-benda yang tertelan biasanya dibagi menjadi dua kategori: berisiko rendah dan berisiko tinggi. Koin, manik-manik, atau benda-benda kecil lainnya termasuk dalam kategori berisiko rendah, sementara magnet kecil, baterai jam, atau benda tajam termasuk dalam kategori berisiko tinggi.

Profesor Marion Aw, kepala dan konsultan senior di Unit Pediatri Gastroenterologi, Gizi, Hepatologi, dan Transplantasi Hati KTP-NUCMI, memberikan informasi berharga. Menurutnya, koin, misalnya, sekitar 50 persen dapat keluar di hari kedelapan dan 100 persen di hari ke-37.

Pentingnya mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan benda yang tertelan untuk keluar dari tubuh sangat membantu dokter dalam memutuskan tindakan yang perlu diambil. Namun, disadari bahwa sebagian besar pasien anak tidak kembali untuk rawat jalan berikutnya, sehingga dokter sulit untuk menentukan kapan tepatnya benda tersebut keluar.

Jadi, saran Prof. Aw adalah, orang tua dapat menunggu sekitar 30 hari untuk melihat apakah benda tersebut keluar dengan sendirinya. Jika koin belum keluar setelah lima pekan, baru diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Penting juga untuk mencatat bahwa jika anak menelan baterai jam tangan, sebaiknya diperiksa kembali di hari ketujuh. Hal ini karena isi dalam baterai dapat bocor dan menyebabkan luka pada lambung atau usus.

Meskipun perjalanan benda asing yang tertelan dalam tubuh mirip dengan perjalanan makanan, kita perlu memahami bahwa benda-benda ini bisa tersangkut di titik-titik transisi di saluran pencernaan. Oleh karena itu, pemindaian X-ray dapat membantu dokter untuk memastikan posisi benda tersebut.

Jika benda masih berada di esofagus, endoskopi mungkin diperlukan untuk mengeluarkannya. Namun, jika sudah melewati esofagus, tindakan selanjutnya bergantung pada jenis benda yang tertelan. Benda berisiko tinggi seperti magnet kecil atau benda tajam mungkin memerlukan intervensi lebih lanjut, termasuk pembedahan.

Untuk mencegah kejadian yang mengkhawatirkan ini, sangat penting bagi orang tua untuk memastikan anak-anak tidak memasukkan benda-benda kecil yang bukan makanan ke dalam mulut mereka. Terutama untuk bayi dan balita, hanya boleh bermain dengan benda-benda yang ukurannya lebih besar dari kepalan tangan mereka.

Jadi, meskipun momen anak menelan benda asing bisa membuat kita khawatir, pengetahuan dan langkah-langkah yang tepat dapat membantu kita mengatasi kecemasan tersebut dengan bijak. Yang terpenting, perhatikan tanda-tanda dan gejala, serta segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Mengatasi Tertelannya Benda Asing pada Anak: Panduan Lengkap untuk Orang Tua Modern

Pendahuluan:

Tidak bisa dipungkiri bahwa anak-anak memiliki kecenderungan untuk mengeksplorasi dunia sekitar mereka, seringkali dengan cara yang unik dan tidak terduga. Salah satu momen yang dapat membuat orang tua merasa cemas adalah ketika anak menelan benda asing. Namun, sebelum kita panik, mari kita bahas lebih lanjut apakah benda asing yang tertelan bisa keluar sendiri.

Apakah Benda Asing yang Tertelan Bisa Keluar Sendiri?

Sebenarnya, jawabannya tergantung pada ukuran dan jenis benda yang tertelan. Benda kecil seperti koin atau permen mungkin bisa keluar secara alami melalui saluran pencernaan anak. Tubuh manusia memiliki cara alami untuk mengeluarkan benda-benda kecil ini melalui feses. Namun, benda yang lebih besar atau tajam dapat menjadi masalah serius dan memerlukan perhatian medis segera.

Ciri-ciri Anak yang Telah Menelan Sesuatu

Penting bagi orang tua untuk mengenali ciri-ciri bahwa anak mereka mungkin telah menelan benda asing. Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:

  • Kesulitan Menelan atau Bernapas: Jika anak kesulitan menelan atau bernapas, ini bisa menjadi tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
  • Perubahan Suara atau Suara Berderak: Suara anak yang berubah atau terdengar berderak mungkin menunjukkan adanya benda asing di saluran napas.
  • Nyeri atau Ketidaknyamanan: Anak mungkin mengalami nyeri perut atau ketidaknyamanan jika telah menelan sesuatu.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Anak Menelan Benda Asing?

  • Jangan Panik: Meskipun keadaan ini memang menakutkan, tetaplah tenang. Panik hanya akan mempersulit situasi.
  • Perhatikan Gejala: Amati tanda-tanda dan gejala yang mungkin menunjukkan bahwa anak telah menelan benda asing.
  • Hubungi Dokter atau Dapatkan Bantuan Medis: Jika Anda memiliki kekhawatiran, segera hubungi dokter atau dapatkan bantuan medis segera.

Apa yang Terjadi Jika Tertelan Benda Asing?

Jika benda asing tidak segera dikeluarkan secara alami dan menyebabkan gejala yang serius, dapat terjadi komplikasi. Benda tajam dapat merusak organ dalam atau saluran pencernaan, sedangkan benda kimia dapat menyebabkan kerusakan pada jaringan.

“Dampak Tak Terduga: Apa yang Terjadi Ketika Plastik Tertelan?”

Halo Pembaca Setia!

Pernahkah Anda bertanya-tanya apa yang terjadi ketika plastik tanpa sengaja tertelan? Hari ini, kita akan menjelajahi fakta-fakta menarik dan informasi teknis terkait dengan pertanyaan tersebut. Sebelumnya, mari kita bahas tiga kata kunci yang menarik: “Apa yang terjadi ketika plastik tertelan?”, “Apa yang terjadi jika tertelan plastik?”, dan “Apakah plastik berbahaya jika tertelan?”

  1. Apa yang Terjadi Ketika Plastik Tertelan?

Tentu saja, insiden tertelannya plastik bisa menjadi kejadian yang mengejutkan. Saat plastik masuk ke dalam tubuh, sistem pencernaan kita harus menghadapinya. Plastik, yang pada dasarnya tidak dapat dicerna oleh tubuh, dapat menciptakan sejumlah masalah kesehatan. Meskipun sebagian kecil plastik mungkin dilewati melalui sistem pencernaan tanpa menimbulkan masalah serius, ada juga risiko tertentu terkait dengan ukuran dan jenis plastik yang tertelan.

  1. Apa yang Terjadi Jika Tertelan Plastik?

Tertelannya plastik dapat menyebabkan gangguan pada saluran pencernaan, mulai dari rasa tidak nyaman hingga masalah kesehatan yang lebih serius. Partikel plastik yang lebih kecil dapat merusak lapisan usus dan memicu reaksi peradangan. Selain itu, risiko terjadinya penyumbatan saluran pencernaan juga meningkat, terutama jika plastik yang tertelan dalam jumlah besar atau berukuran besar.

  1. Apakah Plastik Berbahaya Jika Tertelan?

Plastik mengandung bahan kimia tertentu yang dapat membahayakan kesehatan kita. Beberapa jenis plastik mengandung zat kimia seperti bisfenol A (BPA) yang dapat merusak hormon dan memiliki potensi dampak jangka panjang pada kesehatan manusia. Oleh karena itu, ketika plastik tertelan, risiko paparan bahan kimia ini meningkat.

Informasi Tambahan dari Penelusuran Google

Dari hasil penelusuran Google, ada penelitian yang menunjukkan bahwa plastik mikro dapat menyerap zat kimia berbahaya di lingkungan sekitarnya. Ini meningkatkan risiko ketika plastik tersebut kemudian tertelan. Sebagai konsumen cerdas, kita perlu lebih waspada terhadap konsumsi plastik dan memilih alternatif yang lebih ramah lingkungan.

Kesimpulan:

Mengatasi situasi ketika anak menelan benda asing memang memerlukan kewaspadaan dan tindakan cepat. Dalam kebanyakan kasus, tubuh anak memiliki kemampuan alami untuk mengatasi masalah ini. Namun, sebagai orang tua modern, sangat penting untuk tetap waspada dan segera mencari bantuan medis jika diperlukan.

Dengan memahami langkah-langkah pencegahan dan tanda-tanda bahaya, kita dapat membantu melindungi anak-anak kita dari potensi risiko. Tetaplah tenang, berlakukan pencegahan dengan bijak, dan selalu berkomunikasi dengan penyedia layanan kesehatan untuk memastikan keamanan dan kesejahteraan anak-anak kita.

Cek juga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *