It Lives Inside" - Menggali Teror Monster India dengan Nuansa Budaya yang Memikat
Menyambut bulan Oktober dengan ketegangan horor, "It Lives Inside" siap menghantui layar bioskop XXI dengan kisah yang membawa penonton ke dalam misteri iblis India.
Disutradarai oleh Bishal Dutta dan ditulis oleh Bishal Dutta dan Ashish Mehta, film ini tidak hanya memanjakan para pecinta horor, tetapi juga memperkenalkan kita pada warisan budaya India yang kaya.
Cerita dimulai dengan tokoh utama, Samidha (Megan Suri), atau yang akrab disapa Sam, seorang remaja perempuan India yang tumbuh di tengah keluarga imigran.
Sisi ketegangan dimulai ketika iblis kuno bernama Pishach dilepaskan, membawa konsekuensi serius bagi kehidupan Sam dan orang-orang di sekitarnya.
Intriknya meningkat ketika ritual Puja dan elemen budaya India lainnya ditarik ke dalam plot, memberikan sentuhan autentik yang menyegarkan.
Namun, walaupun "It Lives Inside" berhasil menyoroti keunikan budaya India, kita tidak dapat mengabaikan beberapa kekurangannya.
Kisah Pishach, meski berakar pada mitologi Hindu dan Buddha, tidak dijelaskan secara memuaskan, meninggalkan sejumlah pertanyaan terbuka. Selain itu, alur ceritanya cenderung monoton dengan jumpscares yang mudah ditebak.
Film ini berhasil menampilkan tradisi ritual Puja secara autentik, menciptakan adegan yang mempesona ketika imigran India berkumpul.
Penggunaan bahasa Hindi sebagai bahasa utama oleh karakter India juga menambah keaslian suasana. Namun, meskipun unsur budaya terasa kuat, kelemahan naratif membuat pengalaman menonton menjadi kurang memuaskan.
Iblis Pishach, meskipun mencerminkan keangkeran dengan kebiasaannya sebagai pemakan daging mentah, terkadang lebih terlihat seperti monster kamen rider ketimbang menakutkan.
Ini membuatnya kurang mencapai tingkat ketegangan yang diharapkan dari sebuah film horor, terutama jika dibandingkan dengan produksi sebelumnya seperti "Boogeyman" yang dirilis beberapa bulan sebelumnya.
Secara keseluruhan, "It Lives Inside" berhasil menonjol dari film horor lainnya dengan menggabungkan identitas budaya India yang kuat.
Meskipun narasinya lemah dan kurangnya elemen ketegangan, atmosfer yang diciptakan oleh sutradara tetap memastikan pengalaman menonton yang menegangkan.
Meski tidak menakutkan secara keseluruhan, film ini layak mendapatkan penilaian 3,6 dari 5 bintang. Tidak sempurna, tetapi cukup memuaskan untuk dinikmati di bioskop XXI Indonesia segera.