Sulawesitoday- Apakah Anda pernah bertanya-tanya mengapa Sage Mode yang dimiliki oleh Jiraiya, salah satu ninja legendaris dalam dunia Naruto, tidak sempurna? Mari kita telusuri alasan di balik ketidaksempurnaan Sage Mode Jiraiya yang mungkin telah membuat Anda penasaran.
- Belum Tuntasnya Pelatihan dan Penyempurnaan Sage Mode
Sage Mode, sebuah keadaan di mana seorang ninja memanfaatkan Senjutsu atau chakra alam dalam dirinya, bukanlah kemampuan yang mudah dikuasai.
Dikatakan bahwa Jiraiya telah dilatih oleh katak Fukasaku di Myoboku untuk menguasai Senjutsu dan masuk ke dalam Sage Mode. Namun, apakah pelatihan itu sudah tuntas?
Terdapat teori yang menyebutkan bahwa Jiraiya belum sempat menyelesaikan latihannya karena terlibat dalam berbagai konflik dan perang.
Meskipun demikian, Jiraiya tetap mampu menggunakan Senjutsu dan Sage Mode untuk meningkatkan kekuatan serta kecepatannya dalam pertempuran.
- Kesulitan Dalam Mengumpulkan Chakra Alam Saat Bertarung
Salah satu tantangan terbesar dalam menggunakan Sage Mode adalah kemampuan untuk mengumpulkan chakra alam dengan meditasi, yang memerlukan ketenangan.
Jiraiya menghadapi kesulitan dalam hal ini karena saat bertarung, dia tidak dapat berdiam diri sepenuhnya, dan pada saat itu, dia belum menemukan metode Bunshin seperti yang dimiliki Naruto.
Untuk mengatasi masalah ini, Jiraiya membutuhkan bantuan Fukasaku dan Shima, dua katak bijak yang membantu mengumpulkan chakra alam untuknya. Mereka berperan sebagai pengganti Jiraiya yang "diam" saat ia terlibat dalam pertarungan.
- Transformasi Fisik yang Tidak Sempurna, Namun Meningkatkan Kemampuan
Salah satu ciri khas Sage Mode adalah perubahan fisik yang dialami oleh penggunanya. Jiraiya mengalami transformasi fisik yang membuatnya semakin mirip dengan katak, dengan wajah, kaki, dan tangan yang membesar. Meskipun terlihat tidak sempurna, perubahan ini sebenarnya meningkatkan kemampuan Jiraiya, terutama dalam hal melompat.
Baca juga: Melangkah ke Dunia Baru: 5 Perbedaan Menarik di Solo Leveling Episode 3