Apakah Mamalia-mamalia tertua saksi bisu peristiwa kepunahan massal?

waktu baca 2 menit
Apakah Mamalia-mamalia tertua saksi bisu peristiwa kepunahan massal? Foto: tangkap layar youtube.

Sulawesitoday – Hai pembaca setia, tahukah kamu bahwa di balik misteri peristiwa kepunahan massal yang menghantam Bumi sekitar 66 juta tahun yang lalu.

Ada beberapa mamalia yang berhasil menyelamatkan diri dan masih eksis hingga kini?

Mari kita kupas bersama rahasia-rahasia mengejutkan dari mamalia-mamalia tertua yang selamat dari kepunahan massal tersebut!

Platipus: Jejak Langka dari Jutaan Tahun yang Lalu

Siapa sangka, platipus atau Ornithorhynchus anatinus ternyata menjadi saksi bisu peristiwa kepunahan massal!

Dengan paruh datar khasnya dan bercak putih di bawah mata, platipus adalah mamalia amfibi asal Australia yang tak hanya unik tapi juga bertahan sejak 110 juta tahun yang lalu.

Penemuan fosil di Periode Kapur awal membuktikan keberadaan monotremata, keluarga platipus, pada masa itu.

Landak Semut: Monotremata yang Selamat dari “Tsunami” Kepunahan

Ekidna atau landak semut, kerabat dekat platipus, ternyata punya kisah evolusi yang menggetarkan!

Berevolusi dari nenek moyang monotremata selama periode Paleogen sekitar 65,5 hingga 23 juta tahun yang lalu, landak semut memiliki fosil tertua ditemukan dari deposit gua Australia timur yang berusia sekitar 17 juta tahun.

Topik terkait

Ukurannya yang dulunya mencapai lebih dari 1 meter memberikan gambaran betapa landak semut pernah beragam dan mendominasi.

Solenodon: Garis Keturunan yang Menjelajah Waktu

Tinggal di Kuba dan Hispaniola, solenodon, mamalia mirip tikus seukuran kelinci, menunjukkan ketangguhan genetiknya.

Dengan pengamatan terhadap DNA mitokondria, para peneliti menyimpulkan bahwa garis keturunan solenodon menyimpang dari mamalia plasenta lainnya sekitar 78 juta tahun lalu.

Meskipun asteroid mengancam populasinya, solenodon tetap bertahan, meninggalkan misteri di mana mereka bersembunyi saat Bumi mengalami goncangan hebat.

Tikus Gajah: Misteri Tubuh Ramping dan Belalai Mini

Tikus gajah, atau sengi, adalah mamalia Afrika dengan moncong panjang dan tubuh ramping seperti tikus.

Namun, siapa sangka, tikus ini punya keunikan dalam bentuk kaki belakang yang sangat panjang. Mampukah kita mengungkap misteri di balik tubuhnya yang unik ini?

Dalam menjelajahi misteri mamalia tertua ini, kita dihadapkan pada pertanyaan besar,bagaimana mereka bisa bertahan hidup melintasi ribuan tahun, melewati kepunahan massal dan perubahan ekosistem?

Para ilmuwan mengklaim bahwa ketangguhan genetik, adaptasi, dan mungkin strategi menyelam dalam perlindungan alam menjadi kunci kelangsungan hidup mereka.

Dengan rahasia terkuaknya mamalia-mamalia ini, kita bisa merenung tentang betapa luar biasanya kehidupan di Bumi ini.

Sambil kita memahami jejak evolusi yang menyelamatkan mereka, mari kita juga bersama-sama menjaga keberlanjutan dan keberagaman kehidupan di planet kita yang indah ini.

Siapa tahu, mungkin di masa depan, kita akan menemukan lebih banyak misteri tersembunyi dari makhluk-makhluk zaman purba yang tetap eksis hingga saat ini !

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *