Banner kesbanpol2 2024

Basarnas: Latihan Teknik Penyelamatan Tali Tingkatkan Kesiapan Personel SAR

waktu baca 2 menit
Basarnas: Latihan Teknik Penyelamatan Tali Tingkatkan Kesiapan Personel SAR

Basarnas: Latihan Teknik Penyelamatan Tali Tingkatkan Kesiapan Personel SAR

Sulawesitoday– Badan SAR Nasional (Basarnas) Palu, Sulawesi Tengah, menyatakan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) dalam meningkatkan profesionalisme operasi pencarian dan pertolongan di lapangan.

“Penguatan kapasitas personel kali ini mengenai teknik High Angle Rescue Tehnique (HART) pertolongan dengan menggunakan akses tali pada medan ketinggian,” ujar Kepala Subseksi Operasi dan Siaga SAR Kansar Palu, Rusmadi, di Palu, Kamis.

Rusmadi menegaskan bahwa setiap personel harus memiliki kemampuan khusus dalam melaksanakan operasi SAR di berbagai medan, termasuk hutan, pegunungan, dan perairan.

“Guna meningkatkan kemampuan tersebut, dibutuhkan peningkatan kapasitas melalui latihan untuk memperkaya teknik saat pengaplikasian di lapangan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rusmadi menjelaskan bahwa teknis penyelamatan menggunakan tali pada ketinggian merupakan hal yang penting untuk dikuasai, mengingat medan yang beragam memerlukan pemahaman yang kompleks agar tindakan yang diambil tepat dan akurat.

“Penguatan SDM juga dilakukan untuk menyegarkan kembali metode-metode penyelamatan yang sudah pernah dipelajari, pelatihan seperti ini dilakukan secara berkala,” ungkapnya.

Rusmadi menegaskan bahwa dalam dunia SAR, pekerjaan semacam ini harus dilaksanakan dengan sepenuh hati karena tujuan utamanya adalah kemanusiaan.

“Tugas kami semata-mata urusan kemanusiaan sesuai slogan Basarnas ‘Avignam Jagat Samargam’ bermakna suatu keyakinan dan harapan dari seluruh petugas SAR dalam mengikhlaskan keselamatan alam semesta beserta seluruh isinya hanya kepada Tuhan Yang Maha Esa,” paparnya.

Latihan beregu ini melibatkan 19 orang personel di internal Kansar Palu dan berlangsung selama tiga hari mulai tanggal 7-9 Maret 2024.

“Dari evaluasi yang kami lakukan, dalam kurun waktu lima tahun terakhir, banyak kegiatan operasi SAR dilakukan pada tempat ketinggian, oleh sebab itu setiap personel harus mampu melaksanakan tugas pada medan-medan yang sulit,” tambahnya.

Adapun materi latihan beregu meliputi manajemen posko, cedera alat gerak, pedoman keselamatan di medan vertikal, system down work, eframe, system tyrolean, dan wash up (kaji ulang), serta melaksanakan simulasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *