GIF-banner-2024

BMKG Himbau Warga Sulteng Gunakan Masker Hadapi Dampak Abu Vulkanik

waktu baca 2 menit
Foto: Kondisi langit hasil pantauan BMKG Stasiun Pemantauan Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri Palu, Lore, terhadap sebaran abu vulkanik pada rentang waktu mulai pukul 14:00 Wita hingga 20:00 Wita. Kamis 2 Mei 2024. (Muhammad Aqil Azizi)

BMKG Himbau Warga Sulteng Gunakan Masker Hadapi Dampak Abu Vulkanik

Sulawesitoday – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Kamis 2 Mei 2024, mengeluarkan imbauan penting kepada warga Provinsi Sulawesi Tengah untuk menggunakan masker sebagai langkah pencegahan menghadapi dampak abu vulkanik dan Sulfur Dioksida (SO2) pascaerupsi Gunung Ruang di Sulawesi Utara.

Menurut Kepala BMKG Stasiun Pemantauan Atmosfer Global (SPAG) Lore Lindu Bariri Palu, Lore, perlu perhatian khusus terhadap sebaran abu vulkanik pada rentang waktu mulai pukul 14:00 Wita hingga 20:00 Wita.

Daerah yang diperkirakan terkena dampak meliputi Kabupaten Buol, Tolitoli Sulawesi Tengah, Gorontalo, sebagian Kalimantan Utara, hingga mencapai Malaysia bagian timur serta hampir meliputi seluruh Maluku Utara.

Kondisi Partikel Debu Halus

Hasil pantauan BMKG menunjukkan adanya partikel debu halus dengan diameter kurang dari 10 um (PM10) dan 2,5 um (PM2,5) hari ini. Partikel PM 2,5 tercatat dalam kategori tidak sehat dengan nilai terukur mencapai 69 ug/m3. Meskipun demikian, partikel PM 10 masih dalam taraf baik, walaupun nilainya melebihi hari-hari biasa di Kota Palu.

Selain itu, pengamatan SPAG Lore Lindu Bariri juga mencatat konsentrasi tinggi gas beracun SO2 dari erupsi Gunung Ruang. Wilayah Sulawesi Utara dekat lokasi letusan terpantau dengan nilai 5 part per billion volume (ppbv), sementara wilayah lain di Gorontalo, Sulawesi Tengah berkisar antara 0.05-1 ppbv (baik).

Kepala BMKG Lore menegaskan pentingnya penggunaan masker untuk menjaga kesehatan dari paparan abu vulkanik.

“Warga harus melindungi diri dari paparan partikel yang dihasilkan dari erupsi gunung tersebut, sebab bila terhirup dapat mengganggu kesehatan tubuh,” katanya.

Perkembangan Erupsi

Erupsi Gunung Ruang di Kabupaten Kepulauan Sitaro terjadi pada Selasa (30/4) sekitar pukul 08:30 Wita dengan tinggi kolom abu mencapai kurang lebih 5.000 meter. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Utara terus memantau perkembangan situasi pascaerupsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *