Bulog pastikan stok daging cukup untuk Natal dan Tahun Baru di Sulteng

waktu baca 2 menit
Bulog pastikan stok daging cukup untuk Natal dan Tahun Baru di SultengPerum Bulog memastikan ketersediaan stok daging beku yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2024 di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Bulog pastikan stok daging cukup untuk Natal dan Tahun Baru di Sulteng

Perum Bulog memastikan ketersediaan stok daging beku yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan Natal dan Tahun Baru 2024 di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng).

Manajer Bisnis Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah, Abd Halim Sarro, mengungkapkan, stok saat ini mencapai 16,9 ton, dengan 2,9 ton diantaranya telah didistribusikan ke Bulog cabang Luwuk, Kabupaten Banggai.

“Dipastikan stok yang ada saat ini akan memenuhi permintaan yang diperkirakan meningkat pada Natal dan Tahun Baru,” ujar Halim di Palu, Senin. Harga jual daging beku kepada konsumen ditetapkan sebesar Rp90 ribu per kilogram, Senin 27 November 2023.

Halim menyebut tahap kedua pengiriman stok daging beku akan dilakukan dari Jakarta sesuai dengan permintaan Bulog Sulteng.

“Kedatangan stok tersebut masih akan berlanjut, menyesuaikan kondisi dan permintaan di wilayah ini,” katanya.

Bulog memproyeksikan peningkatan minat konsumsi daging selama perayaan Natal, dan sebagai langkah antisipatif.

Bulog akan terus menjaga ketersediaan daging melalui distribusi ke Rumah Pangan Kita (RPK) sebagai mitra pasar Bulog, serta penyaluran ke hotel, restoran, dan usaha katering.

Selain itu, Bulog juga fokus pada pemenuhan kebutuhan pokok lainnya, seperti beras. “Kami berupaya agar kebutuhan masyarakat selalu terpenuhi melalui berbagai kegiatan intervensi, salah satunya melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP),” ungkap Halim.

Dengan adanya proyeksi peningkatan minat konsumsi selama hari raya keagamaan, Bulog menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan.

Topik terkait

Program-program seperti SPHP menjadi instrumen penting dalam memastikan ketersediaan dan akses masyarakat terhadap bahan pangan yang cukup dan terjangkau.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *