Ekspor Perdana Durian Parigi Moutong ke Thailand: Potensi 300 ribu ton

waktu baca 2 menit
Penyerahan nota ekspor durian perdana Parigi Moutong. Foto: Humas KemeKopUKM.

Sulawesitoday – Kementerian Koperasi dan UKM (KemenKopUKM) melalui kolaborasi dengan Asosiasi Perkebunan Durian Indonesia (APDURIN), Pemerintah Sulawesi Tengah, dan Kabupaten Parigi Moutong sukses melaksanakan ekspor perdana buah durian Parigi Moutong ke Thailand.

Langkah ini dilakukan bersama empat usaha yang dinaunginya, yakni PT Herofruit Sumber Sukses, PT Silvia Amerta Jaya, PT Amerta Nadi Argo Cemerlang, serta PT Ammar Durian Indonesia.

“Kegiatan ini sejalan dengan arah kebijakan pemerintah dalam mendorong hilirisasi berbasis UMKM, kemitraan, dan ekspor,” ungkap Deputi Bidang UKM KemenKopUKM, Hanung Harimba Rachman, dalam konfrensi pers, Senin 15 Januari 2024.

Hanung menyebut kerjasama yang baik antara APDURIN, pemerintah, dan pengusaha memungkinkan tercapainya ketiga sasaran itu.

Menurut Hanung, kemitraan dengan usaha menengah besar seperti yang terjalin dapat membantu peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha durian.

Dengan berbagai bentuk kemitraan, seperti penyediaan bahan baku, pemasaran, serta pengembangan teknologi dan pembangunan ekosistem rantai pasok produksi, diharapkan ekspor durian Parigi Moutong dapat berkembang lebih pesat.

“Pasar global untuk durian diperkirakan mengalami pertumbuhan signifikan hingga tahun 2026, membuka peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspor durian,” tuturnya.

Hanung juga memaparkan Kabupaten Parigi Moutong, secara agronomi, merupakan tempat yang sangat ideal untuk pertumbuhan durian.

Dia berharap bahwa model kerjasama seperti yang terjadi dapat menjadi contoh untuk pengembangan komoditas lain di daerah-daerah lain di Indonesia.

Bupati Parigi Moutong, yang diwakili Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mohammad Yasir, menyambut baik ekspor perdana itu.

Topik terkait

“Ini sebagai langkah maju dalam meningkatkan kualitas produksi durian di Parigi Moutong,” sebut Yasir.

Ia mengungkapkan keunggulan Parigi Moutong terletak pada 3.833 hektare perkebunan durian yang tersebar di hampir seluruh kecamatan, dengan jumlah produksi mencapai sekitar 305.419 ton per tahun.

Sementara itu, Aditya Pradewo, Dewan Pembina APDURIN, menegaskan pelaku usaha di Parigi Moutong mampu menghasilkan durian berkualitas yang setara, bahkan lebih baik, dari Malaysia dan Thailand.

Ia menyoroti tantangan untuk memenuhi standar internasional guna langsung mengekspor ke negara seperti China.

“Kolaborasi dengan UMKM yang sudah bagus dapat membantu menjaga kualitas produk agar tetap stabil dan dapat bersaing di pasar internasional,” ucap Aditya, mengajak pelaku usaha untuk terus berupaya memenuhi standar internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *