Gletser Tertua di Dunia Ditemukan di Bawah Ladang Emas Terbesar di Afrika Selatan

waktu baca 3 menit
Gletser Tertua di Dunia - Pada saat yang lalu, gletser tertua di dunia telah ditemukan di bawah ladang emas terbesar di planet Bumi, yaitu di Afrika Selatan. Temuan gletser tertua ini memberikan bukti yang meyakinkan tentang kondisi lingkungan Bumi purba yang selama ini belum diketahui secara luas.

Gletser Tertua di Dunia – Pada saat yang lalu, gletser tertua di dunia telah ditemukan di bawah ladang emas terbesar di planet Bumi, yaitu di Afrika Selatan. Temuan gletser tertua ini memberikan bukti yang meyakinkan tentang kondisi lingkungan Bumi purba yang selama ini belum diketahui secara luas.

Di dalam studi ini, para ilmuwan menggali endapan dan menganalisis sampel inti dari lokasi penemuan sisa gletser purba di timur laut Afrika Selatan.

Lokasi ini tergolong sebagai bagian dari Pongola Supergroup, batuan vulkanik dan sedimen tebal yang terbentuk pada era Mesoarchaean sekitar 3,2 miliar hingga 2,8 miliar tahun lalu.

Lokasi dan Penemuan Gletser Tertua

Penemuan gletser tertua di dunia terletak di bawah ladang emas terbesar di dunia, di Afrika Selatan. Ilya, Bindeman, profesor geokimia isotop dan vulkanologi di University of Oregon mengatakan bahwa “Ini adalah salah satu dari sedikit area yang tetap utuh dan tidak berubah sejak awal Bumi.” Temuan sisa-sisa gletser berusia 2,9 miliar tahun memberikan bukti yang meyakinkan tentang kondisi lingkungan Bumi pada periode tersebut.

Kondisi Lingkungan Bumi Purba

Kondisi Bumi selama periode di mana gletser ini berusia 2,9 miliar tahun masih belum banyak diketahui. Namun, sisa-sisa gletser ini dapat memberikan bukti seputar kondisi lingkungan di periode tersebut. Temuan sisa-sisa gletser purba ini dapat memberikan wawasan tentang beragam hal, seperti iklim, geografi, dan lingkungan pada masa lalu.

Studi dan Analisis

Para ilmuwan melakukan penggalian endapan dan menganalisis sampel inti dari lokasi penemuan gletser purba di timur laut Afrika Selatan. Pongola Supergroup adalah bagian dari lokasi penemuan ini, batuan vulkanik dan sedimen yang terbentuk pada era Mesoarchaean (3,2 miliar hingga 2,8 miliar tahun lalu). Ahli geokimia isotop dan vulkanologi menggunakan teknik analisis isotop tiga oksigen untuk menentukan kondisi iklim pada saat sedimen terbentuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa tingkat isotop tertentu dalam sampel cocok dengan isotop umum di iklim es.

Pentingnya Temuan Gletser Tertua

Topik terkait

Temuan sisa-sisa gletser purba ini memberikan info tentang iklim dan geografi Bumi selama periode tersebut. Lokasi yang masih utuh sejak awal Bumi cukup penting, terutama dalam mengungkapkan dampak lingkungan dan berbagai perubahan yang terjadi selama miliaran tahun yang lalu.

Analisis Isotop Tiga Oksigen

Teknik analisis isotop tiga oksigen berhasil menentukan kondisi iklim pada saat sedimen terbentuk. Hasil analisis menunjukkan bahwa kondisi iklim saat itu merupakan saat es atau dingin.

Implikasi Temuan Gletser Tertua

Sisa-sisa gletser ini memberikan informasi tentang kondisi lingkungan dan geografi Bumi pada masa lalu. Temuan ini akan membantu para ahli dalam menggambarkan bagaimana Bumi berubah selama berjuta-juta tahun dan memperkirakan dampak lingkungan terhadap kehidupan di planet Bumi.

Adanya penemuan gletser tertua ini di bawah Afrika Selatan cukup penting dalam membantu mengungkapkan sejarah Bumi dan lingkungannya. Diharapkan penelitian selanjutnya akan semakin memperkaya pengetahuan kita tentang Bumi dan kehidupannya.

Baca juga: Altiplano di Gurun Atacama, Tempat Tercerah di Bumi

Gletser Tertua di Dunia - Pada saat yang lalu, gletser tertua di dunia telah ditemukan di bawah ladang emas terbesar di planet Bumi, yaitu di Afrika Selatan. Temuan gletser tertua ini memberikan bukti yang meyakinkan tentang kondisi lingkungan Bumi purba yang selama ini belum diketahui secara luas.
Gletser Tertua di Dunia – Pada saat yang lalu, gletser tertua di dunia telah ditemukan di bawah ladang emas terbesar di planet Bumi, yaitu di Afrika Selatan. Temuan gletser tertua ini memberikan bukti yang meyakinkan tentang kondisi lingkungan Bumi purba yang selama ini belum diketahui secara luas.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *