• Kamis, 4 Juni 2026

Kenapa gesper emas 1.500 tahun jadi bukti kekuasaan Khan Agung Kazakhstan?

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Kamis, 4 Januari 2024 | 16:02 WIB
Arkeolog menemukan harta karun Khan Agung atau Khagan, penguasa Kazakhstan kuno selama tiga abad, berupa gesper emas dari situs makam kuno berusia 1.500 tahun. Foto: tangkap layar Live Science
Arkeolog menemukan harta karun Khan Agung atau Khagan, penguasa Kazakhstan kuno selama tiga abad, berupa gesper emas dari situs makam kuno berusia 1.500 tahun. Foto: tangkap layar Live Science

Sulawesitoday - Arkeolog berhasil mengungkap harta karun bersejarah dari Khan Agung Kazakhstan, penguasa Göktürks selama tiga abad, melalui penemuan gesper emas dan plakat emas yang berasal dari situs makam kuno berusia 1.500 tahun.

Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang kehidupan dan kekuasaan Khan Agung, yang menduduki wilayah tersebut pada abad ke-6.

Situs Eleke Sazy, dekat perbatasan timur terpencil Kazakhstan dengan China, Mongolia, dan Siberia Rusia, menjadi tempat penemuan berharga ini.

Arkeolog Zainolla Samashev, yang memimpin penggalian sejak tahun 2016, menemukan gesper emas dan plakat emas dengan ornamen yang menggambarkan Khan Agung dalam pose suci di atas takhta, dikelilingi oleh para pelayan.

Gesper emas berukuran lebar sekitar 1,5 inci (3,7 sentimeter) dan tampak seperti ikat pinggang. Keduanya menggambarkan penguasa yang dimahkotai mengenakan mahkota berornamen, duduk di singgasana dengan dua ekor kuda di sisi, sementara dua pelayan berlutut menawarkan makanan.

Meskipun satu gesper rusak parah akibat proses kremasi, penemuan ini memberikan pemahaman yang jelas tentang simbol kekuasaan dalam masyarakat Turki kuno.

Sementara itu, plakat emas dengan ornamen menampilkan gambar paling awal tentang sosok Khan Agung, memberikan wawasan mendalam tentang budaya dan kehidupan masyarakat Göktürks pada masa itu.

Samashev mengungkapkan bahwa pangeran yang dimakamkan mungkin berasal dari klan khagan kerajaan Ashina, yang mendirikan dua negara Turki di Stepa Eurasia tengah antara abad kelima dan kedelapan.

Arkeolog menduga bahwa situs makam awalnya milik seorang bangsawan, kemudian berkembang menjadi "kompleks peringatan pemujaan" pada abad ketujuh yang menghormati orang yang meninggal.

Meskipun belum pasti apakah plakat emas tersebut dikenakan oleh pangeran yang dimakamkan, penemuan ini memberikan kontribusi signifikan terhadap pemahaman sejarah masyarakat Göktürk.

Penemuan ini tidak hanya menyoroti kejayaan Khan Agung sebagai pemimpin Göktürks, tetapi juga memberikan pandangan baru tentang kehidupan, kebudayaan, dan kepercayaan masyarakat Turki kuno di Stepa Eurasia.

Temuan ini menjadi saksi bisu perjalanan panjang suku Göktürks yang memerintah Stepa Eurasia pada periode penting antara abad kedua SM hingga abad pertama Masehi.

Baca juga:Rumus sidik jari kanan dan kiri dalam SKCK: Identifikasi akurat untuk keamanan publik

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Terkini