Menyingkap Fakta A Sign of Affection: Seri Romance Bertema Bahasa Isyarat

waktu baca 3 menit
Menyingkap Fakta A Sign of Affection: Seri Romance Bertema Bahasa Isyarat

Sulawesitoday – Siapa yang tak tertarik dengan kisah cinta yang menyentuh, terutama jika dikemas dalam balutan anime?

Salah satu yang patut dinantikan pada musim dingin tahun 2024 adalah serial anime yang menawan, “A Sign of Affection” atau dikenal sebagai “Yubisaki to Renren”.

Dengan latar belakang tema bahasa isyarat, serial ini menawarkan pengalaman romantis yang unik, mengingatkan kita pada ketegangan emosional ala “A Silent Voice”.

Sebelum kamu terjerat dalam alur ceritanya, yuk kita simak 10 fakta menarik seputar A Sign of Affection!

  1. Tangan Kreatif Suu Morishita

Jangan salah paham, dibalik karya indah ini ada dua sosok, Suu Morishita, seorang mangaka duo Jepang yang membentuk unit bersama Makiro.

Topik terkait

Suu Morishita tidak hanya menggarap cerita, tapi juga memberikan kehidupan pada karakter-karakternya melalui ilustrasi yang penuh perasaan.

  1. Studio Ajia-do dan Tim Kreatif yang Berbakat

Penting untuk mengetahui bahwa kehebatan A Sign of Affection tak lepas dari tangan-tangan kreatif di balik layar.

Studio Ajia-do Animation Works mengambil tanggung jawab atas animasinya, dengan sutradara Yuuta Murano, penulis skrip Yoko Yonaiyama, desainer karakter Kasumi Sakai, dan komposer musik Yukari Hashimoto.

  1. Kisah Tuli yang Menyentuh Hati

Jangan kaget jika A Sign of Affection membuatmu teringat pada A Silent Voice. Kedua anime ini memiliki protagonis perempuan dengan gangguan pendengaran.

Yuki Itose, mahasiswi penyandang tuli, menemukan kehangatan dalam hubungannya dengan kakak tingkatnya, Itsuomi Nagi, yang memiliki hasrat untuk menjelajahi dunia.

  1. Riset Mendalam oleh Duo Penulis

Keunikan A Sign of Affection terletak pada ketertarikan mendalam dua penulisnya terhadap bahasa isyarat.

Suu Morishita dan Makiro melakukan riset menyeluruh, membaca buku, wawancara pakar, bahkan meminta seseorang untuk mengoreksi penggunaan bahasa isyarat dalam karyanya.

  1. Keputusan Seni yang Unik

A Sign of Affection tidak hanya mengandalkan cerita yang mendalam, tetapi juga memiliki ciri khas seni yang unik.

Penggunaan warna coklat pada line art dan spidol Copic Multiliner memberikan kesan ‘halus’ pada ilustrasinya, sementara pewarnaan utama menggunakan produk dari Dr. Ph. Martin’s.

  1. Visual Animasi yang Memukau

Studio Ajia-do berhasil menghadirkan visual animasi yang memukau, menciptakan suasana yang sesuai dengan isi cerita.

Melalui sentuhan uniknya, penonton dijamin akan merasakan kenyamanan dan terbawa lebih dalam ke dalam cerita yang dipaparkan.

  1. Hanya Sebentar Mati, Manga Segera Bangkit

Wajar jika kamu pernah kecewa saat mengetahui manga ini sempat hiatus pada 2021 karena sang penulis hamil.

Namun, tak butuh waktu lama bagi Yubisaki to Renren untuk kembali hadir. Manga ini kembali muncul di bulan November, dan pada Desember 2023 sudah mencapai 10 volume.

  1. Teater Musikal sebagai Bukti Kesuksesan

Sebelum menjadi anime, A Sign of Affection sudah merambah ke dunia teater musikal.

Pada Juni 2021, Honda Theater di Tokyo sukses menggelar drama musikal yang menghadirkan karakter-karakternya secara hidup, menunjukkan popularitasnya yang terus berkembang.

  1. Prestasi Mencolok dalam Dunia Manga

A Sign of Affection tidak hanya populer di mata penggemar, tapi juga mendapat pengakuan dari berbagai ajang penghargaan manga.

Peringkat ke-17 pada Next Manga Award 2020, peringkat ke-9 pada Kono Manga ga Sugoi! 2021, dan grand prize dalam penghargaan manga An An ke-11 membuktikan kesuksesannya.

  1. Penutup: Wajib Tonton!

Jadi, sudahkah kamu tertarik untuk menyaksikan kisah romantis yang penuh makna ini? A Sign of Affection bukan hanya sekadar anime biasa, melainkan pengalaman mendalam yang akan membuat hatimu tersentuh.

Jangan lewatkan momen magis ini dan saksikan sendiri keajaiban bahasa isyarat dalam dunia cinta.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *