Banner kesbanpol2 2024

MUI dalam Isu Perempuan Jadi Imam: Dianggap Sebagai Penyimpangan

waktu baca 2 menit
MUI dalam Isu Perempuan Jadi Imam: Dianggap Sebagai Penyimpangan - Wakil Presiden Ma'ruf Amin, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengemukakan pandangannya terkait isu perempuan menjadi imam dalam suatu acara Milad ke-48 MUI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu malam.

MUI dalam Isu Perempuan Jadi Imam: Dianggap Sebagai Penyimpangan – Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengemukakan pandangannya terkait isu perempuan menjadi imam dalam suatu acara Milad ke-48 MUI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu malam.

“Praktik mempersilakan perempuan menjadi imam bukanlah sekadar perbedaan pandangan, tetapi dianggap sebagai penyimpangan,” ungkap Wapres dalam sambutannya, Kamis 27 Juli 2023.

Meskipun tidak memberikan contoh kasus spesifik, sebelumnya Pondok Pesantren Al Zaytun di Indramayu pernah memperbolehkan perempuan menjadi imam dalam shalat.

Wapres menegaskan bahwa MUI harus menghadapi isu-isu semacam ini dengan proporsionalitas. Ia menekankan bahwa perbedaan pandangan masih bisa ditoleransi, namun penyimpangan harus diluruskan dan tidak dapat ditoleransi.

MUI, sebagai lembaga yang paling pantas menjadi imam umat secara institusi, memiliki tanggung jawab untuk memberikan arah kepada umat dan menjaga mereka dari penyimpangan. Dalam perumpamaannya, Wapres menyamakan MUI dengan kereta api yang berjalan di atas rel. Arah MUI sudah jelas sesuai landasan berpikirnya dan tidak bisa diubah ke mana-mana.

Bagi yang ingin mengikuti MUI, mereka harus sesuai dengan “rel” yang telah ditetapkan, sedangkan mereka yang memiliki pandangan berbeda dapat mencari jalur alternatif sesuai kehendak mereka.

Selain itu, Wapres juga mengingatkan MUI untuk terus menguatkan umat, baik dalam segi kaidah, pendidikan, maupun ekonomi.

“MUI memiliki peran sebagai mitra pemerintah dalam mengokohkan persatuan nasional, kerukunan, dan kebhinekaan,” sebutnya.

Pada akhirnya, peran MUI sebagai lembaga yang menjaga keutuhan dan keselarasan umat, harus selaras dengan nilai-nilai yang diyakininya. Semoga MUI dapat terus menjalankan perannya sebagai panduan dan pengayom bagi masyarakat, sehingga tercipta masyarakat yang lebih harmonis dan sejahtera. Mari kita hormati perbedaan pandangan, tetapi juga selalu berupaya untuk menghindari penyimpangan dari ajaran yang telah ditetapkan. Keharmonisan dan persatuan adalah kunci untuk mencapai kemajuan bersama.

Baca juga: BMKG: Waspadai Potensi Gelombang Tinggi di Beberapa Perairan Indonesia

MUI dalam Isu Perempuan Jadi Imam: Dianggap Sebagai Penyimpangan - Wakil Presiden Ma'ruf Amin, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengemukakan pandangannya terkait isu perempuan menjadi imam dalam suatu acara Milad ke-48 MUI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu malam.
MUI dalam Isu Perempuan Jadi Imam: Dianggap Sebagai Penyimpangan – Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), mengemukakan pandangannya terkait isu perempuan menjadi imam dalam suatu acara Milad ke-48 MUI di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Rabu malam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *