Banner DLH 2024,d

Pemkot Palu Bedah 350 Rumah Warga Tidak Layak Huni

waktu baca 3 menit
Pemkot Palu Bedah 350 Rumah Warga Tidak Layak Huni - Pemerintah Kota Palu telah memulai program bedah rumah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di rumah-rumah yang dianggap tidak layak huni di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Pemkot Palu Bedah 350 Rumah Warga Tidak Layak Huni – Pemerintah Kota Palu telah memulai program bedah rumah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di rumah-rumah yang dianggap tidak layak huni di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Tujuan dari program ini adalah untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat yang memiliki keterbatasan ekonomi.

Program bedah rumah ini merupakan bagian dari stimulus pemerintah untuk menggerakkan semangat dan meningkatkan kapasitas kehidupan masyarakat,” ungkap Walikota Palu, Hadianto Rasyid di Kota Palu, Jumat 28 Juli 2023.

Dalam proses pelaksanaannya, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) berperan penting dalam memastikan program ini berjalan dengan baik. Khususnya, mereka harus memastikan bahwa kegiatan konstruksi dilaksanakan dengan teliti dan berkualitas sehingga ketahanan bangunan tetap terjaga.

Hadianto Rasyid menekankan pentingnya pengawasan yang baik terhadap kegiatan konstruksi. Beliau tidak ingin ada keluhan terkait kualitas pekerjaan karena skema pembangunan dilakukan dengan partisipasi dari masyarakat secara swadaya.

Sebanyak 350 rumah yang akan dibedah oleh pemerintah Kota Palu tersebar di 46 kelurahan dan delapan kecamatan di ibu kota Sulawesi Tengah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 rumah akan dibangun baru dan 250 rumah lainnya akan ditingkatkan kualitasnya.

Anggaran yang dialokasikan untuk rumah bangun baru adalah sebesar Rp50 juta per rumah, sementara untuk kategori peningkatan kualitas dialokasikan sebesar Rp25 juta per rumah.

Dana untuk program bedah rumah ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Palu Tahun 2023. Total dana yang dialokasikan untuk program ini mencapai Rp10 miliar. Rincian anggaran tersebut mencakup biaya pembangunan rumah baru dan peningkatan kualitas untuk masing-masing rumah sebesar Rp5 miliar.

“Proses seleksi penerima bantuan dilakukan dengan berbagai kriteria teknis. Para penerima bantuan adalah masyarakat yang terdampak bencana dan tidak mampu, serta bukan merupakan penerima hunian tetap (huntap) atau penerima dana stimulan bencana,” sebutnya.

Melalui intervensi ini, pemerintah berharap masyarakat yang menerima bantuan dapat hidup lebih layak dan meningkatkan kualitas hidup mereka. Program bedah rumah ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk memiliki kondisi hunian yang lebih baik dan nyaman.

Diharapkan, program bedah rumah Pemerintah Kota Palu dapat memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat. Apresiasi kita atas langkah ini sebagai upaya untuk memperbaiki kondisi rumah warga yang tidak layak huni.

“Semoga program ini berjalan dengan sukses dan bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” tutupnya.

Baca juga: Parigi Moutong Siap Ikuti Festival Bunga Internasional Tomohon 2023

 

Pemkot Palu Bedah 350 Rumah Warga Tidak Layak Huni - Pemerintah Kota Palu telah memulai program bedah rumah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di rumah-rumah yang dianggap tidak layak huni di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.
Pemkot Palu Bedah 350 Rumah Warga Tidak Layak Huni – Pemerintah Kota Palu telah memulai program bedah rumah sebagai salah satu bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang tinggal di rumah-rumah yang dianggap tidak layak huni di ibu kota Provinsi Sulawesi Tengah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *