Banner kesbanpol2 2024

Penyebab Sombong: Perspektif Ustaz Adi Hidayat

waktu baca 2 menit
Penyebab Sombong: Perspektif Ustaz Adi Hidayat

Penyebab Sombong: Perspektif Ustaz Adi Hidayat

Sulawesitoday– Ketika membahas kebaikan dan keberkahan, seringkali kita terpaku pada sisi terangnya saja. Namun, dari sudut pandang Ustaz Adi Hidayat, kebaikan juga bisa menjadi bumerang yang menyebabkan seseorang tersesat dalam kesombongan. Mari kita telusuri empat penyebab sombong menurut beliau, yang mungkin tersembunyi di balik lapisan kebaikan yang kita banggakan.

Ziyadatul Maal: Bahaya Kekayaan yang Membuai

Ziyadatul maal, atau bertambahnya harta, bukan hanya sekadar keberuntungan. Kekayaan yang bertambah bisa menjadi jebakan bagi yang tidak berhati-hati. Tanpa disadari, harta yang bertambah bisa membuat seseorang merasa lebih tinggi dari yang lain, memicu riya’ dan pada akhirnya, sombong. Islam mengajarkan bahwa kekayaan seharusnya menjadi alat untuk berbuat baik dan berbagi dengan sesama, bukan untuk merasa lebih superior.

Ziyadatul Mansib: Kedudukan yang Membelenggu

Peningkatan status atau kedudukan seseorang, yang disebut ziyadatul mansib, dapat menjadi pemicu sombong. Kesuksesan dalam karir atau pendidikan tidak seharusnya membuat seseorang merasa lebih unggul dari yang lain. Islam menekankan pentingnya rendah hati dalam menghadapi peningkatan kedudukan untuk mencegah kesombongan yang tidak diinginkan.

Ziyadatul ‘Ilmi: Bahaya Kebanggaan akan Pengetahuan

Bertambahnya ilmu seharusnya menjadi anugerah, namun, tanpa keseimbangan dengan rendah hati, pengetahuan baru bisa menjadi sumber kesombongan. Islam mengajarkan untuk berbagi pengetahuan dan menggunakan ilmu untuk kebaikan bersama, bukan sebagai alat untuk merasa lebih baik daripada orang lain.

Ziyadatul Tha’ah: Ketaatan yang Membutakan

Peningkatan ketaatan dalam agama seharusnya membawa kedekatan dengan nilai-nilai moral, namun, bisa juga menjadi pemicu sombong. Merasa lebih saleh atau lebih dekat dengan Allah dari orang lain bisa membuat seseorang merendahkan sesama, melanggar prinsip kerendahan hati dalam ajaran Islam.

Kesimpulan: Menghadapi Sisi Gelap Kebaikan

Sisi gelap kebaikan seringkali terlupakan, namun, dari perspektif Ustaz Adi Hidayat, kebaikan yang tidak diimbangi dengan rendah hati bisa menjadi bumerang. Menyadari bahaya sombong dari kebaikan yang berlebihan adalah langkah awal untuk menghindari jebakan kesombongan yang tidak terlihat. Semoga kita semua selalu dijauhkan dari sikap yang merusak hubungan sesama manusia dan prinsip kerendahan hati dalam ajaran Islam.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *