Sulawesitoday - Drama di Anfield kembali memanas. Mohamed Salah, ikon Liverpool dan bintang Timnas Mesir, memberikan sinyal bahwa akhir petualangannya di klub Merseyside sudah di depan mata.
Dalam wawancara terbaru, Salah menegaskan, "Kami hampir memasuki bulan Desember dan saya belum menerima tawaran untuk bertahan di klub, jadi saya mungkin lebih berpotensi pergi daripada bertahan."
Ucapan ini bukan hanya menyentak, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar: apakah Liverpool masih membutuhkan Salah? Kontrak sang Raja Mesir yang berakhir pada Juni 2025 kini menjadi bom waktu.
Tanpa pembaruan kontrak, Salah akan bebas bernegosiasi dengan klub lain pada Januari mendatang. Situasi ini, tentu saja, memicu spekulasi liar di media.
Bagi seorang pemain yang telah membela klub selama bertahun-tahun, kekecewaan Salah bisa dimengerti.
Tapi, apakah Liverpool siap berpisah? Dengan usianya yang mendekati 33 tahun saat kontrak habis, beberapa pihak menilai inilah saat yang tepat bagi Liverpool untuk melepaskannya dan membangun ulang.
Baca Juga: Klasemen Manchester United di Liga Inggris Usai Hajar Everton 4-0
Lagi pula, penjualan Salah berpotensi mendatangkan dana segar yang signifikan untuk belanja pemain baru.
Namun, Salah bukan sekadar pemain biasa. Ia adalah mesin gol yang konsisten. Tanpa kehadirannya, Liverpool mungkin akan kehilangan daya gedor signifikan. Tapi ada sisi lain dari cerita ini—hubungan yang mulai retak bisa membawa efek buruk ke ruang ganti.
Menurut beberapa laporan, ketidakpastian soal masa depan Salah telah menimbulkan ketegangan di internal tim.
Adakah jalan tengah? Jika Liverpool tetap ingin mempertahankannya, kontrak baru harus segera dirundingkan sebelum Januari tiba. Jika tidak, klub harus realistis dan memanfaatkan momentum ini untuk mencari pengganti.
Salah sendiri disebut-sebut menjadi incaran klub-klub top dunia, bahkan Inter Miami yang kini diperkuat Lionel Messi siap menggelontorkan gaji besar.
Liverpool kini berada di persimpangan yang rumit. Apa pun keputusan mereka, dampaknya pasti besar, baik bagi performa di lapangan maupun stabilitas finansial klub. Yang jelas, publik Anfield hanya bisa berharap drama ini segera menemui kejelasan.