• Minggu, 19 Juli 2026

Shin Tae-yong akan Berada di Bawah Sorotan Tajam Usai Timnas Indonesia Kalah Kontra Filipina di Piala AFF 2024

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 22 Desember 2024 | 05:46 WIB
Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2024 usai kalah dari Filipina. Evaluasi besar menanti Shin Tae-yong dan PSSI.
Timnas Indonesia gagal melaju ke semifinal Piala AFF 2024 usai kalah dari Filipina. Evaluasi besar menanti Shin Tae-yong dan PSSI.

Sulawesitoday - Kegagalan Timnas Indonesia melaju ke semifinal Piala AFF 2024 menjadi pukulan telak. Dalam laga terakhir Grup B melawan Filipina, Sabtu (21/12) malam, Tim Garuda takluk dengan skor tipis 0-1. Gol tunggal dari penalti Kristensen di menit ke-68 mengakhiri harapan Indonesia di Stadion Manahan, Solo.

Hasil ini membuat Indonesia finis di peringkat ketiga Grup B dengan hanya empat poin. Vietnam memimpin grup dengan sepuluh poin, diikuti Filipina dengan enam poin. Kedua tim melaju ke babak semifinal, sementara Indonesia harus mengubur ambisi untuk kembali berjaya di kancah ASEAN.

Pengamat sepakbola Budi Setiawan menyampaikan apresiasinya atas perjuangan pemain muda Timnas. “Daya juang mereka patut diapresiasi. Bermain dengan 10 pemain melawan tim senior Filipina menunjukkan potensi besar,” ujarnya. Namun, ia juga menyoroti keputusan kontroversial dari pelatih Shin Tae-yong (STY).

Baca Juga: Timnas Indonesia Tertatih, Namun Shin Tae-yong Percaya Perjuangan Belum Berakhir di Piala AFF 2024

Menurut Budi, beberapa langkah Shin dinilai kurang tepat, seperti tidak memanggil Ramadhan Sananta dan Jens Raven. “Seharusnya Shin menggunakan kewenangannya untuk memanggil pemain yang layak. Bahkan mengganti Marselino yang menciptakan peluang beberapa kali adalah keputusan fatal,” kritiknya.

Evaluasi menjadi kata kunci dalam diskusi mengenai kegagalan ini. Sejarah kelam yang mencatat Indonesia empat kali tersingkir di fase grup, terakhir pada 2018, kembali diingat. Budi menambahkan, “Ranking FIFA kita akan turun lagi setelah hasil buruk ini. PSSI harus bertindak cepat untuk mengevaluasi STY.”

Lebih lanjut, Budi mempertanyakan strategi Shin yang lebih banyak mengandalkan pemain keturunan tanpa memaksimalkan potensi lokal. Rekor STY di Piala AFF juga menjadi bahan diskusi, dari runner-up, semifinalis, hingga kini gagal lolos dari grup. “Bagaimana kita maju di Asia tapi mundur di ASEAN?” tutupnya dengan nada kecewa.

Kegagalan ini menjadi pelajaran berharga. Masa depan Shin Tae-yong di kursi pelatih Timnas juga semakin dipertanyakan. Kini, harapan ada pada pembenahan yang serius dari PSSI dan peningkatan kompetensi pemain lokal untuk mengembalikan kejayaan Timnas Indonesia.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday.

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw...

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini