Sulawesitoday - Markas persembunyian Kelompok Kriminal Bersenjata di Yahukimo porak poranda. Rumah persinggahan komplotan penembak gelap ini digerebek pasukan gabungan.
"Operasi penegakan hukum ini menyasar markas Batalyon Yamue pimpinan Ronal Heluka pada Jumat, 17 Juli 2026," ujar Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz Kombes Yusuf Sutejo.
Penyergapan berlangsung senyap. Petugas bergerak cepat mengepung seluruh area Logpon sejak subuh.
Tembakan peringatan diabaikan. Anggota kelompok bersenjata itu justru melepaskan tembakan ke arah petugas.
Tindakan tegas diambil. Tiga anggota kelompok bersenjata tewas di tempat dalam baku tembak.
Baca Juga: Insiden Mencekam di Yahukimo: Polisi Ditembak, Aipda Syam Balas Tembak KKB Papua
Identitas pelaku terungkap. Mereka adalah Roni Rubis, Kumis Passae, dan Orgenes Bayage yang merupakan anggota aktif.
"Kami menyita tiga pucuk senjata api taktis dari lokasi kejadian," kata Yusuf menambahkan rincian.
Puluhan amunisi ditemukan. Petugas juga mengamankan kapak, pisau panjang, peredam suara, dan telepon genggam.
Komplotan ini sangat berbahaya. Rekam jejak kejahatan mereka tercatat sejak empat tahun lalu.
Aksi mereka berdarah. Kelompok ini terlibat pembunuhan anggota TNI hingga pembantaian penambang tradisional.
Stabilitas kawasan menjadi target. Aparat keamanan berkomitmen menjaga kedamaian Bumi Cendrawasih dari teror.
"Seluruh tindakan dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan hukum yang berlaku," tegas Kepala Operasi Damai Cartenz Irjen Faizal Ramadhani.
Artikel Terkait
Guru di Aceh Barat Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Tali Rusak demi Mengajar
Prabowo Subianto Tantang Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri saat Panen Raya di Malang
Tongkang Batu Gajah Terbalik di Jetty Labota Morowali, Operator Excavator Selamat Usai Melompat
Suara Hati Ibu di DPR, Kritik Pedas Pajak Rakyat dan Kasus Keracunan MBG
Viral Nakes PPPK Diintimidasi Usai Unggah Video Jalan Rusak di Media Sosial