Sulawesitoday - Prabowo Subianto menantang para pengkritik harga beras. Presiden meminta mereka turun ke sawah guna merasakan langsung beratnya memproduksi bahan pangan pokok nasional.
"Kalau petani beras enggak boleh dapat penghasilan yang tinggi, ya, suruh mereka tanam padi sendiri," kata Prabowo pada Jumat 17 Juli 2026.
Pemerintah menyiapkan lahan khusus bagi para pengkritik. Langkah tak biasa ini melibatkan jajaran Tentara Nasional Indonesia serta Kementerian Pertanian di lapangan.
Pernyataan keras ini disampaikan saat panen raya. Kegiatan ketahanan pangan itu berlangsung meriah di Kabupaten Malang wilayah Provinsi Jawa Timur.
Nelayan dan petani merupakan pahlawan pemenuhan pangan. Prabowo menegaskan seluruh kekuatan bangsa wajib mendukung kesejahteraan para produsen pangan lokal.
Baca Juga: Menanti 28 Tahun Proyek LNG Abadi Masela, Presiden Prabowo Minta Pembangunan Cepat Selesai
"Saya sangat menghargai semangat persatuan, kolaborasi, dan gotong royong dari seluruh komponen bangsa," ujar Presiden di tengah acara.
Kegiatan panen serentak menyasar puluhan titik daerah. Gerakan massal ini mencakup komoditas tebu serta kedelai demi memperkuat stabilitas pangan nasional.
Sektor pertanian kini menjadi fokus gerakan nasional. Urusan pangan bukan lagi menjadi tanggung jawab tunggal kementerian melainkan seluruh elemen negara.
Tiga matra militer ikut mengawal program ketahanan. Keterlibatan tentara diharapkan mampu mempercepat swasembada komoditas pokok di seluruh pelosok negeri.
"Suruh tanam sendiri, enak saja," tutur Prabowo menutup pidato resmi di depan para prajurit dan petani.
@sulawesitodaycom Momen tegas Presiden Prabowo Subianto saat memimpin langsung panen raya serentak di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur! Menanggapi kritik soal harga beras, Presiden langsung menantang pihak yang mengeluh untuk ikut turun ke sawah. Gak main-main, lahan bakal langsung difasilitasi oleh TNI dan Menteri Pertanian! Tapi bukan Pak Prabowo namanya kalau gak ada humorisnya. Di akhir pidato, beliau sempat bercanda kalau pidatonya terpaksa disingkat gara-gara "amplopnya kurang tebal".
Artikel Terkait
Guru Pedalaman Parigi Moutong Minta Akses Jalan Diperbaiki Ketimbang Program Makan Gratis
Bentrokan Kelompok Bermotor dan Warga di Makassar Hari Ini, Satu Sepeda Motor Hangus Menjadi Sasaran Amuk Massa
Perbakin Jadi Cabang Unggulan KONI Parigi Moutong Menuju Porprov Sulawesi Tengah 2026
Rem Blong Truk Fuso Air Mineral Picu Tabrakan Beruntun di Sibolangit Jalur Medan Berastagi
Guru di Aceh Barat Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Tali Rusak demi Mengajar