@sulawesitodaycom Protes mengenai prioritas pembangunan pendidikan muncul dari SDK Ogolau yang berada di Dusun IV Terpencil Ogolau, Desa Tibu, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Seorang guru setempat bersama warganet mengkritik program makan gratis pemerintah dan mendesak pembenahan infrastruktur mendasar. Kebutuhan utama yang mendesak di wilayah tersebut adalah perbaikan akses jalan menuju sekolah, penyediaan buku murah, serta penghapusan iuran sekolah. #ParigiMoutong #KabarSulawesitoday #KritikKebijakan #InfrastrukturSekolah #SuaraGuru
♬ suara asli - Menurut Sulawesitoday - Menurut Sulawesitoday
Sulawesitoday - Pemerintah dituntut mengubah skala prioritas pembangunan pada sektor pendidikan di wilayah pedalaman. Tuntutan ini mencuat setelah keluhan guru dan masyarakat di daerah terpencil tersebar luas melalui media sosial.
"Masyarakat di pelosok lebih membutuhkan akses jalan layak menuju sekolah daripada program makan gratis," kata postingan IG @rskdrian, seorang guru Sekolah Dasar Ogolau, Kamis, 16 Juli 2026.
Kondisi infrastruktur yang buruk sangat menghambat proses belajar mengajar di wilayah tersebut. Sekolah dasar ini berada di Dusun Empat Terpencil Ogolau Desa Tibu Kecamatan Tinombo Kabupaten Parigi Moutong Provinsi Sulawesi Tengah.
Akses jalan menuju sekolah dinilai sangat membahayakan keselamatan. Guru dan murid harus melewati jalur perlintasan yang terjal dan menanjak demi mencapai ruang kelas.
Baca Juga: Resmikan Jembatan Garuda, Pangdam XXIII dan Bupati Parigi Moutong Putus Isolasi Desa Nambaru
"Kami berjuang melewati rintangan jalan rusak setiap hari demi mencerdaskan anak bangsa," ujar sang guru menambahkan.
Keterbatasan fasilitas memicu gerakan swadaya dari tenaga pendidik setempat. Guru di sekolah ini berinisiatif membangun perpustakaan mini secara mandiri demi meningkatkan literasi siswa.
Langkah kreatif juga diambil untuk menarik minat belajar para murid. Tenaga pengajar rela memasak di sekolah agar anak didik mereka tetap bersemangat mengikuti pelajaran.
"Pemerintah seharusnya memprioritaskan biaya buku murah dan penghapusan iuran sekolah," tulis akun Syalman Kunsh dalam kolom komentar video viral itu.
Dukungan moral terus mengalir dari publik untuk para pejuang pendidikan di Parigi Moutong. Netizen mengapresiasi ketulusan guru yang tetap mengabdi walau minim perhatian dari pemerintah daerah.
"Semoga ada perhatian nyata dari pemangku kebijakan untuk memperbaiki akses jalan kami," pungkas guru tersebut.
Artikel Terkait
Dana Hak Guru Diduga Diselewengkan, Kejari Majene Naikkan Kasus TPP-TKG ke Penyidikan
Hambat Proyek KKP, Erwin Burase Desak Camat Tuntaskan Legalitas Kampung Nelayan Parigi Moutong
Lahan Bermasalah, Bupati Parigi Moutong Minta KKP Alihkan Satu Lokasi Proyek Kampung Nelayan Merah Putih
Delapan Kampung Nelayan Merah Putih Siap Dibangun di Wilayah Pesisir Parigi Moutong
Menanti 28 Tahun Proyek LNG Abadi Masela, Presiden Prabowo Minta Pembangunan Cepat Selesai