• Sabtu, 18 Juli 2026

Guru di Aceh Barat Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Tali Rusak demi Mengajar

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Jumat, 17 Juli 2026 | 20:14 WIB
Perjuangan berat guru di Desa Sikundo Aceh Barat yang terpaksa meniti jembatan tali rusak parah pascabencana demi mengajar anak bangsa.
Perjuangan berat guru di Desa Sikundo Aceh Barat yang terpaksa meniti jembatan tali rusak parah pascabencana demi mengajar anak bangsa.

@sulawesitodaycom

VIRAL DI ACEH BARAT: Seorang ibu guru di Desa Sikundo terpaksa menantang maut setiap hari! Akses jalan putus total akibat pascabencana memaksa warga meniti jembatan rusak yang hanya tersisa tali penyangga di atas sungai deras. Tim Ekspedisi Kitabisa melaporkan fasilitas dasar di wilayah terpencil ini sangat minim. Warga mendesak pemerintah segera memperbaiki jembatan demi keselamatan anak sekolah.

♬ suara asli - ˢᵃᵈⁿᵉˢˢ - ˢᵃᵈⁿᵉˢˢ

Sulawesitoday - Isolasi wilayah pascabencana memaksa seorang guru di Desa Sikundo Kabupaten Aceh Barat bertaruh nyawa menyeberangi sungai deras lewat jembatan tali yang rusak parah.

"Kami terpaksa bertaruh nyawa setiap hari melewati tali penyangga ini demi mengajar anak anak di sekolah pada Jumat tujuh belas Juli dua ribu dua puluh enam," kata guru Desa Sikundo dalam unggahan media sosial @nyaliumikes.

Akses utama desa terputus total sejak bencana alam melanda kawasan tersebut. Kondisi ini membuat mobilitas warga lumpuh dan membahayakan keselamatan jiwa anak sekolah.

Jembatan gantung yang menjadi tumpuan utama kini hanya menyisakan kabel baja. Pijakan papan sudah lapuk dan hanyut terbawa arus sungai yang meluap.

Tim Ekspedisi Kitabisa menyaksikan langsung bagaimana guru perempuan itu menjaga keseimbangan. Beban berat harus dipikul sang pendidik yang juga mengurus rumah tangga.

Baca Juga: Guru Pedalaman Parigi Moutong Minta Akses Jalan Diperbaiki Ketimbang Program Makan Gratis

"Fasilitas dasar di wilayah terpencil ini sangat minim dan luput dari perhatian pemerintah daerah," ujar perwakilan Ekspedisi Kitabisa di lokasi kejadian.

Anak didik di pelosok Aceh Barat terancam kehilangan masa depan akibat infrastruktur buruk. Mereka membutuhkan penanganan cepat agar kegiatan belajar mengajar berjalan aman.

Masyarakat setempat mendesak pemerintah pusat segera turun tangan membangun jembatan permanen. Janji perbaikan dari pejabat berwenang sampai sekarang belum terealisasi.

Pembangunan infrastruktur yang tidak merata memicu ketimpangan capaian pendidikan di daerah. Kasus Sikundo menjadi bukti nyata lambatnya pemulihan kawasan pascabencana.

"Harapan kami hanya satu yaitu jembatan ini segera diperbaiki demi keselamatan seluruh warga desa," ucap warga Sikundo menutup pembicaraan.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini