• Minggu, 19 Juli 2026

Suara Hati Ibu di DPR, Kritik Pedas Pajak Rakyat dan Kasus Keracunan MBG

.
Dwi Rahayu Putri, Sulawesi Today
- Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:50 WIB
Kritik pedas perwakilan ibu di DPR soal program Makan Bergizi Gratis: soroti kasus anak keracunan, masalah pajak, & minimnya ganti rugi.
Kritik pedas perwakilan ibu di DPR soal program Makan Bergizi Gratis: soroti kasus anak keracunan, masalah pajak, & minimnya ganti rugi.

Sulawesitoday - Ruang rapat DPR kembali riuh oleh suara hati seorang ibu. Anette Mau, yang mewakili Aliansi Ibu Indonesia, menyampaikan kritik pedas terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ini sedang ramai dibicarakan.

Anette secara langsung mempertanyakan sisi kemanusiaan dan etika dalam program tersebut. Ia merasa sangat prihatin melihat kondisi anak-anak yang justru jatuh sakit, bahkan sampai keracunan setelah menyantap makanan yang dibagikan.

"Pakai uang kami, pakai keringat kami, yang harus kami serahkan dan tidak boleh berdebat, pajak main potong. Tolong, ketika Anda memberi anak kami makan, beradablah!" tegas Anette di hadapan para wakil rakyat.

Selain masalah kualitas makanan, Anette juga menyentuh soal minimnya tanggung jawab dari pihak pemerintah.

Baca Juga: Kejagung Kebut Kasus Korupsi MBG, Nama Terlibat Membengkak jadi 47 Orang

Ia menceritakan bagaimana banyak orang tua yang tidak punya BPJS Kesehatan harus kebingungan dan berjuang sendirian di rumah sakit selama berhari-hari demi menyembuhkan anak mereka yang keracunan.

Mirisnya, hingga saat ini belum ada permintaan maaf resmi maupun ganti rugi yang jelas bagi para korban. Padahal di sisi lain, jargon atau narasi untuk "membela orang miskin" terus-menerus digemborkan ke publik.

Kondisi ini tentu memicu pertanyaan besar tentang bagaimana negara ini dikelola.

Jika modal utama program-program pemerintah berasal dari uang pajak yang dipungut dari keringat rakyat, sudah sepatutnya standar kualitas dan nilai kemanusiaan menjadi prioritas utama.

Pemerintah diharapkan tidak sekadar menjalankan program "asal ada" atau sekadar menggugurkan kewajiban.

Editor: Dwi Rahayu Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini