Sulawesitoday - Ruang rapat DPR kembali riuh oleh suara hati seorang ibu. Anette Mau, yang mewakili Aliansi Ibu Indonesia, menyampaikan kritik pedas terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang belakangan ini sedang ramai dibicarakan.
Anette secara langsung mempertanyakan sisi kemanusiaan dan etika dalam program tersebut. Ia merasa sangat prihatin melihat kondisi anak-anak yang justru jatuh sakit, bahkan sampai keracunan setelah menyantap makanan yang dibagikan.
"Pakai uang kami, pakai keringat kami, yang harus kami serahkan dan tidak boleh berdebat, pajak main potong. Tolong, ketika Anda memberi anak kami makan, beradablah!" tegas Anette di hadapan para wakil rakyat.
Selain masalah kualitas makanan, Anette juga menyentuh soal minimnya tanggung jawab dari pihak pemerintah.
Baca Juga: Kejagung Kebut Kasus Korupsi MBG, Nama Terlibat Membengkak jadi 47 Orang
Ia menceritakan bagaimana banyak orang tua yang tidak punya BPJS Kesehatan harus kebingungan dan berjuang sendirian di rumah sakit selama berhari-hari demi menyembuhkan anak mereka yang keracunan.
Mirisnya, hingga saat ini belum ada permintaan maaf resmi maupun ganti rugi yang jelas bagi para korban. Padahal di sisi lain, jargon atau narasi untuk "membela orang miskin" terus-menerus digemborkan ke publik.
Kondisi ini tentu memicu pertanyaan besar tentang bagaimana negara ini dikelola.
Jika modal utama program-program pemerintah berasal dari uang pajak yang dipungut dari keringat rakyat, sudah sepatutnya standar kualitas dan nilai kemanusiaan menjadi prioritas utama.
Pemerintah diharapkan tidak sekadar menjalankan program "asal ada" atau sekadar menggugurkan kewajiban.
Artikel Terkait
Perbakin Jadi Cabang Unggulan KONI Parigi Moutong Menuju Porprov Sulawesi Tengah 2026
Rem Blong Truk Fuso Air Mineral Picu Tabrakan Beruntun di Sibolangit Jalur Medan Berastagi
Guru di Aceh Barat Bertaruh Nyawa Seberangi Jembatan Tali Rusak demi Mengajar
Prabowo Subianto Tantang Pengkritik Harga Beras Tanam Padi Sendiri saat Panen Raya di Malang
Tongkang Batu Gajah Terbalik di Jetty Labota Morowali, Operator Excavator Selamat Usai Melompat