• Minggu, 19 Juli 2026

Ramai Kritikan di Media Sosial Usai Ferrari Kartu Merah dan Timnas Indonesia Tersingkir di Piala AFF 2024

.
Nur Rafiqa, Sulawesi Today
- Minggu, 22 Desember 2024 | 06:04 WIB
Drama kartu merah Ferarri membuat Indonesia tersingkir di Piala AFF 2024. Evaluasi diperlukan demi masa depan sepak bola nasional.
Drama kartu merah Ferarri membuat Indonesia tersingkir di Piala AFF 2024. Evaluasi diperlukan demi masa depan sepak bola nasional.

Sulawesitoday - Kartu merah yang diterima Muhammad Ferarri dalam pertandingan melawan Filipina, Sabtu (21/12/2024), menjadi salah satu momen paling menentukan dalam perjalanan Timnas Indonesia di Piala AFF 2024. Bertanding di Stadion Manahan, Solo, Indonesia harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit ke-42. Keputusan wasit Takasaki Koji untuk mengusir kapten Timnas ini setelah insiden dengan Amani Santos Aguinaldo memicu gelombang perdebatan.

Dalam situasi menjelang tendangan sudut, Ferarri terlihat menyikut kapten Filipina tersebut usai kontak fisik sebelumnya. "Tindakan ini sulit diterima, apalagi dilakukan oleh kapten," komentar seorang netizen di media sosial X. Setelah kartu merah dikeluarkan, Indonesia harus berjuang keras dengan jumlah pemain yang kurang. Sayangnya, mereka tak mampu bertahan hingga akhirnya kalah 0-1 lewat penalti Bjorn Martin Davis Kristensen di menit ke-63.

Gelombang Kritik di Media Sosial

Setelah pertandingan, media sosial X dan Instagram dibanjiri komentar. Ferarri, yang mengenakan ban kapten, menjadi sasaran kritik. Banyak yang menyebut penampilannya tidak mencerminkan sosok pemimpin di lapangan. "Sebagai kapten, dia harusnya menjadi contoh," tulis seorang pengamat sepak bola di sebuah forum online.

Baca Juga: Shin Tae-yong akan Berada di Bawah Sorotan Tajam Usai Timnas Indonesia Kalah Kontra Filipina di Piala AFF 2024

Mengantisipasi serangan lebih lanjut, Ferarri langsung menutup kolom komentar di akun Instagram-nya, @ferarrimuhammad. Langkah ini dianggap sebagai respons atas kebiasaan netizen Indonesia yang kerap melontarkan kritik tajam kepada pemain yang dianggap gagal memenuhi ekspektasi.

Kekalahan yang Menyakitkan

Dengan kekalahan ini, Tim Merah Putih harus puas finis di posisi ketiga Grup B dengan 4 poin, di bawah Filipina yang mengoleksi 6 poin. The Azkals, julukan Filipina, melaju ke semifinal bersama Vietnam sebagai juara grup. Kekalahan ini juga menyoroti perlunya evaluasi menyeluruh, termasuk disiplin pemain dan strategi di lapangan.

Apa yang Bisa Kita Pelajari?

Sebagai kapten, Ferarri seharusnya menunjukkan kedewasaan dan kontrol emosi. Insiden ini menjadi pengingat bahwa setiap tindakan di lapangan memiliki konsekuensi besar, terutama di turnamen sekelas Piala AFF. Ke depan, penting bagi Timnas Indonesia untuk memperkuat mentalitas pemainnya agar insiden serupa tidak terulang.

Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday! Dapatkan update informasi dan berita terbaru di https://bit.ly/WAchanelSulawesitoday

Jangan Ketinggalan Berita Eksklusif Lainnya! Yuk, cek langsung di Google News Sulawesitoday.com: https://news.google.com/publica.../CAAqBwgKMN3Bswsw6tzKAw..

Editor: Nur Rafiqa

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini