Sulawesitoday - Dengan hanya hitungan hari menuju Piala AFF 2024, Timnas Indonesia dan Vietnam menghadapi situasi yang jauh dari ideal. Meski dengan latar belakang dan pendekatan berbeda, kedua tim ini harus memutar otak untuk mengatasi sejumlah kendala yang serupa—dan sangat menentukan.
Masalah Pemain: Mimpi yang Terkikis
Indonesia mengalami dilema besar terkait ketersediaan pemain. Dari tujuh pemain yang berkarier di luar negeri, hanya tiga yang berhasil bergabung dengan tim. Dua lainnya harus absen karena cedera. Hal ini tentu menjadi pukulan besar bagi pelatih Shin Tae-yong, yang sebelumnya berencana memanfaatkan pengalaman pemain-pemain ini untuk memperkuat skuad muda yang mendominasi daftar pemain kali ini.
Di sisi Vietnam, striker naturalisasi Rafaelson Bezzera akhirnya bisa dimainkan setelah melewati proses administrasi yang berlarut-larut. Meski menjadi tambahan penting bagi lini serang, ada tantangan besar dalam mengintegrasikan pemain baru ini ke sistem permainan pelatih Kim Sang-sik. Tidak ada yang bisa menjamin adaptasi instan, terutama di turnamen seintens Piala AFF.
Baca Juga: Ragnar Oratmangoen yang Tak Pernah Setengah Hati Berjuang Bersama Timnas Indonesia
Pilihan Stadion: Dilema yang Menggelitik
Indonesia memilih Stadion Manahan di Solo sebagai kandang. Alasannya? Kekhawatiran bahwa Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) tidak akan terisi penuh. Keputusan ini menuai kritik, terutama dari media Vietnam, yang menyebutnya sebagai tanda kurangnya prioritas Indonesia terhadap turnamen ini. Namun, dengan Piala AFF yang sering menjadi sorotan utama bagi para fans, keputusan ini menyisakan tanda tanya besar—apakah benar stadion yang lebih kecil bisa membawa atmosfer lebih bergelora?
Persaingan Sengit di Grup B
Dengan Indonesia dan Vietnam berada di Grup B, pertemuan keduanya pada 15 Desember diprediksi menjadi duel klasik ASEAN. Kedua tim dianggap sebagai kandidat kuat juara. Namun, tidak ada ruang untuk kesalahan. Baik Vietnam maupun Indonesia, meski bertabur talenta muda, harus menghadapi ekspektasi besar di tengah keterbatasan persiapan mereka.
Semangat Tinggi Meski Ada Kendala
Kadek Arel, salah satu bek muda Indonesia, menyampaikan semangatnya dalam sesi latihan di Bali. “Kendala fisik pasti ada, tapi kami semua di sini untuk memberikan yang terbaik,” ujarnya. Sementara itu, media Vietnam juga mencatat bahwa meski persiapan mereka lebih matang, tekanan pasca-penampilan buruk sebelumnya menjadi bayangan besar.
Apa pun hasilnya, perjalanan dua tim ini menuju Piala AFF 2024 sudah menjadi cerita tersendiri. Kendala mungkin sama, tetapi cara mengatasinya yang akan menentukan siapa yang akan berjaya di akhir turnamen.