Sulawesitoday - Sebuah pertandingan penuh tensi dihelat di Stadion Pakansari, Bogor, saat Dewa United unggul tipis 2-1 atas PSS Sleman pada babak pertama laga Liga 1 pekan ke-12 musim 2024/2025.
Dominasi Dewa United tampak sejak peluit pertama berbunyi, dengan serangan agresif yang langsung memaksa PSS bermain defensif.
Gol pembuka dicetak oleh Egy Maulana Vikri, yang sekali lagi membuktikan dirinya sebagai pilar penting tim asuhan Jan Olde Riekerink. Dengan ketenangan dan visi bermainnya, Egy berhasil memanfaatkan celah kecil di lini pertahanan PSS, mengonversi peluang menjadi gol spektakuler.
"Kami hanya mencoba bermain efektif. Kebetulan peluang itu datang, jadi saya manfaatkan," ujar Egy dalam wawancara singkat usai babak pertama.
Namun, PSS Sleman tak tinggal diam. Upaya mereka menyamakan kedudukan menunjukkan tekad besar untuk keluar dari zona degradasi. Serangan balik cepat menjadi senjata utama mereka, hingga akhirnya gol penyama berhasil tercipta lewat skema yang cukup rapi. Sayangnya, momentum tersebut tak bertahan lama.
Baca Juga: Cedera Menghantam, 4 Pemain Didepak dari TC Timnas Indonesia Jelang Piala AFF 2024
Gol kedua Dewa United datang sebelum jeda melalui aksi cemerlang Alex Martins. Pemain yang sudah dikenal dengan ketajaman dan kemampuan finishing-nya itu berhasil mencetak gol setelah memanfaatkan umpan silang matang dari sektor sayap. Itu adalah momen krusial yang kembali menegaskan dominasi Dewa United dalam laga ini.
Sejarah pertemuan kedua tim pun seakan berpihak pada Dewa United. Dalam empat laga terakhir, mereka berhasil menang tiga kali atas PSS Sleman. Catatan ini mungkin memengaruhi kepercayaan diri pemain di lapangan. Akan tetapi, pelatih Riekerink mengingatkan anak asuhnya untuk tetap fokus hingga peluit akhir.
"Kami harus bermain lebih disiplin di babak kedua. Skor seperti ini bisa berubah kapan saja," katanya.
Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang posisi di klasemen. Dewa United berusaha merangkak naik, sementara PSS Sleman mati-matian menjauh dari ancaman degradasi. Dengan begitu, babak kedua dipastikan akan berlangsung lebih sengit.