Sulawesitoday - Liverpool sedang berada di puncak dunia. Kemenangan 2-0 atas Manchester City di Anfield bukan hanya tentang tiga poin, tetapi juga pernyataan dominasi.
Dengan 11 kemenangan dari 13 pertandingan, tim asuhan Arne Slot telah mengukuhkan diri sebagai tim yang sulit disentuh di Liga Inggris musim ini. Kini, pertanyaan yang lebih relevan adalah: siapa yang bisa menghentikan mereka?
Arsenal dan Chelsea memang berada di posisi kedua dan ketiga dengan 25 poin, tapi selisih 11 poin terasa seperti jurang. Bahkan Alan Shearer, analis yang biasanya optimis, mengungkapkan keraguannya, "Sulit melihat siapa yang bisa mengejar mereka sekarang. Arsenal dan Chelsea bagus, tapi belum cukup."
Di sisi lain, Newcastle yang akan menjadi lawan Liverpool pada 5 Desember 2024, membawa tantangan tersendiri. Namun, rekor buruk mereka—15 laga tanpa kemenangan melawan Liverpool di Premier League—membuat optimisme sulit diraih.
Statistik ini menggarisbawahi dominasi The Reds atas lawan-lawan mereka, bahkan dalam pertandingan yang berpotensi menjadi jebakan.
Baca Juga: Federico Chiesa Terasing di Liverpool, Napoli Siap Jadi Penyelamat Karier Sang Bintang Italia
Tapi, tak ada perjalanan yang sempurna tanpa risiko. Cedera pemain dan ketidakpastian kontrak Mohamed Salah menjadi isu yang berpotensi merusak momentum.
Periode Natal yang padat juga menjadi ujian krusial. Liverpool harus menghadapi tim-tim seperti Fulham dan Tottenham, yang terkenal tak kenal menyerah.
Meski begitu, ada faktor yang membuat Liverpool tetap menjadi favorit juara. Kedalaman skuad mereka luar biasa. Ketika satu pemain inti absen, pemain pengganti dapat masuk dan menjaga kualitas permainan tetap tinggi.
Filosofi gegenpressing, kombinasi dengan positional play, memberikan fleksibilitas taktik yang jarang dimiliki tim lain.
Dan jangan lupakan sang pelatih, Arne Slot. Meski baru menggantikan Jurgen Klopp, ia telah menunjukkan dirinya sebagai inovator. Slot mampu membawa pendekatan modern dalam manajemen tim, memanfaatkan data dan analisis untuk membuat keputusan taktis yang cermat.
Apakah ini musim di mana Liverpool akhirnya menjadi raja Inggris lagi? Dengan performa seperti sekarang, sepertinya hanya Liverpool sendiri yang bisa menghentikan langkah mereka.