Sulawesitoday - Sudah hampir sebulan berlalu, tapi proses naturalisasi Ole Romeny, pemain FC Utrecht asal Belanda, tampaknya masih jalan di tempat. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo, terang-terangan mengungkapkan bahwa pihaknya masih menunggu berkas resmi dari PSSI.
“Kalau Ole, saya masih menunggu PSSI, sampai sekarang belum mengajukan resmi,” ucap Dito kepada media di Jakarta.
Kalimat ini, meski sederhana, mencerminkan kondisi yang sedikit ironis. Pasalnya, Romeny dianggap punya potensi besar untuk memperkuat lini depan timnas Indonesia—area yang kerap jadi sorotan karena minimnya daya gedor. Namun, tanpa pengajuan resmi dari PSSI, langkah menuju naturalisasi terhenti begitu saja.
Apa yang membuat situasi ini menarik adalah momentum yang terasa genting. Indonesia kini bersiap menghadapi kualifikasi Piala Dunia 2026 pada Maret 2025, dan kehadiran Romeny jelas bisa jadi pembeda. Dengan catatan 14 gol dalam 51 penampilan bersama FC Emmen, kemampuan menyelesaikan peluangnya tak bisa dianggap remeh.
Baca Juga: Vietnam Sindir Rafael Struick Dipanggil Cepat, Bukti Timnas Indonesia Gentar
Di sisi lain, Erick Thohir selaku Ketua Umum PSSI, menegaskan bahwa fokus utama mereka saat ini adalah menyelesaikan proses naturalisasi Romeny sebelum mencari pemain lain.
Ini menjadi sinyal bahwa Romeny memang diprioritaskan, tetapi belum jelas mengapa prosesnya terkesan lambat. Apakah ada kendala administratif atau sekadar kurangnya koordinasi?
Romeny sendiri tampaknya antusias untuk membela timnas. Kehadirannya di pertandingan melawan Jepang pada 15 November lalu menunjukkan minat dan komitmennya. Namun, antusiasme ini perlu disambut dengan langkah konkret, bukan hanya rencana di atas kertas.
Mengapa ini penting bagi pembaca seperti Anda? Karena ini lebih dari sekadar berita olahraga. Ini soal bagaimana birokrasi bisa memengaruhi performa timnas di panggung internasional. Untuk negara yang berambisi maju di kancah sepak bola dunia, kebuntuan seperti ini bisa jadi cermin yang perlu kita perhatikan.
Sementara itu, Menpora Dito berharap PSSI segera mengambil langkah. Waktu terus berjalan, dan publik menunggu kabar baik. Kalau tidak sekarang, kapan lagi?