Sulawesitoday - Jika Anda mengikuti sepak bola Asia, kontroversi ini sulit untuk diabaikan. Pertandingan antara Timnas Indonesia U-17 dan Australia U-17 pada 27 Oktober 2024 berakhir tanpa gol.
Hasil imbang ini, meski cukup untuk memastikan kelolosan kedua tim ke Piala Asia U-17 2025, malah memicu gelombang kritik dari suporter India yang merasa dirugikan.
Kekecewaan tersebut tidak datang tanpa alasan. Dengan hasil itu, India gagal melaju ke turnamen. Banyak warganet India menuding bahwa pertandingan tersebut tidak dimainkan dengan semangat kompetitif.
Bahkan, beberapa menyebut kedua tim "bermain mata" demi menghindari risiko kekalahan.
“Kalau saja Australia menang, kami yang akan lolos,” tulis seorang pengguna Twitter asal India, mencerminkan frustrasi yang meluas.
Namun, apa benar tuduhan ini cukup kuat?
AFC dan FIFA Menjawab
Meski tekanan datang dari berbagai pihak, baik AFC maupun FIFA memilih sikap yang cenderung defensif. AFC dengan tegas menyatakan bahwa tidak ada dasar untuk membuka investigasi. Mereka berpendapat bahwa strategi permainan yang dilakukan oleh kedua tim adalah bagian dari taktik yang sah. “Hasil pertandingan ini final,” tegas perwakilan AFC, membungkam protes lebih lanjut.
Sementara itu, FIFA belum memberikan komentar resmi yang secara langsung menanggapi tuduhan permainan tidak sportif. Organisasi sepak bola dunia ini lebih memilih menyoroti keberhasilan Indonesia dan Australia yang berhasil lolos ke turnamen besar. Tapi sikap diam ini malah dianggap oleh banyak orang sebagai tanda lemahnya komitmen terhadap fair play.
Baca Juga: Piala AFF 2024: Timnas Indonesia Terpaksa Ngungsi di Solo, Bagaimana Peluang Mereka di Grup B?
Desakan untuk Menghapus Larangan Australia di ASEAN Cup
Di tengah kontroversi ini, muncul desakan baru yang cukup mengejutkan. Suporter Timnas India menyerukan agar Australia diperbolehkan mengikuti ASEAN Cup. Sebelumnya, larangan ini diberlakukan karena status Australia sebagai "tim non-regional." Namun, insiden ini menjadi momentum bagi banyak pihak untuk menuntut revisi aturan.
“Australia seharusnya diizinkan ikut ASEAN Cup jika integritas mereka memang diragukan di turnamen lain,” ujar seorang pakar sepak bola Asia. Pernyataan ini, meski cukup provokatif, memunculkan diskusi lebih luas tentang aturan partisipasi di turnamen regional.
Kontroversi yang Belum Usai