prediksi-bola

Komentar Pedas Mantan Asisten Park Hang-seo Soal Rafaelson, Adaptasi atau Tantangan Baru?

Jumat, 6 Desember 2024 | 19:07 WIB
Nguyen Xuan Son jadi sorotan jelang Piala AFF 2024. Akankah striker naturalisasi ini mampu menyatu dengan strategi disiplin ala timnas Vietnam?

Sulawesitoday - Nguyen Xuan Son, atau yang lebih dikenal sebagai Rafaelson, telah resmi menjadi warga negara Vietnam pada Oktober 2024. Harapan besar langsung ditaruh di pundaknya menjelang Piala AFF 2024. Bagaimana tidak? Rekam jejaknya di liga Vietnam memang luar biasa—31 gol dalam satu musim bukanlah prestasi biasa.

Bahkan, musim ini ia mencetak 14 gol hanya dalam 13 pertandingan. Angka ini tentu mengundang sorotan dan ekspektasi tinggi dari publik Vietnam.

Namun, pertanyaan yang lebih dalam kini muncul: apakah Son bisa menyatu dengan timnas? Mantan asisten pelatih Park Hang-seo, Bae Ji-won, tidak menutupi keraguannya.

Dalam komentarnya, ia mengatakan, “Satu-satunya kekhawatiran adalah kemampuan untuk berintegrasi, termasuk komunikasi dan pemahaman antara Son dan rekan tim nasionalnya.”

Kalimat ini menunjukkan bahwa tantangan pemain naturalisasi bukan hanya di atas kertas statistik, tetapi juga dalam hal memahami dinamika tim yang telah terbentuk sebelumnya.

Bae, yang sudah lama berpengalaman bekerja dengan para pemain Vietnam, menegaskan pentingnya adaptasi budaya dan taktik. Ia menjelaskan bahwa komunikasi adalah kunci.

Baca Juga: Naturalisasi di ASEAN Memanas! Kamboja Rekor, Indonesia Pilih Strategi Lokal

"Tidak cukup hanya mencetak gol, pemain juga harus bisa menyatu secara emosional dan strategis," tambahnya.

Sepertinya, ini adalah pelajaran dari pengalaman sebelumnya, ketika beberapa pemain naturalisasi tidak berhasil membawa dampak signifikan bagi timnas Vietnam.

Pelatih kepala Vietnam saat ini, Philippe Troussier, punya pendekatan berbeda. Troussier optimis Son akan beradaptasi cepat, terutama karena ia dekat dengan beberapa pemain kunci di skuad. “Kami menciptakan lingkungan yang mendukung agar ia bisa berkembang,” ujar Kim Sang-sik, salah satu staf pelatih Vietnam.

Meskipun begitu, kekhawatiran tetap ada. Perbedaan gaya bermain dan filosofi antara liga domestik dan tim nasional sering kali menjadi penghalang utama. Timnas Vietnam sendiri memiliki pendekatan taktik yang sangat terorganisir.

Dengan formasi 4-4-2 atau 4-2-3-1, mereka fokus pada penguasaan bola dan pressing tinggi. Filosofi ini, di bawah pelatih Troussier, sangat menuntut disiplin dan pemahaman mendalam akan pergerakan tanpa bola.

Akan menarik untuk melihat bagaimana Son mengatasi tantangan ini. Dia dihadapkan pada ekspektasi yang tinggi—bukan hanya untuk mencetak gol, tetapi juga untuk menjadi bagian integral dari sistem timnas Vietnam. Dan ini, tentu, lebih mudah diucapkan daripada dilakukan.

Dapatkan berita Eksklusif di Google News.

Tags

Terkini