Sulawesitoday - Mohamed Salah adalah legenda hidup Liverpool. Anda mungkin sudah membaca atau mendengar ini sebelumnya, tapi mari kita bahas dengan sudut pandang lebih tajam: Salah, pada usia 32 tahun, masih berada di puncak permainannya.
Bayangkan saja, 13 gol dan delapan assist dari 14 laga di Liga Inggris awal musim ini. Angka itu bukan sekadar statistik, tapi cerminan konsistensi luar biasa yang sulit ditemukan pada pemain lain di liga mana pun.
Namun, sebuah tanda tanya besar menggantung di udara Anfield. Kontrak Salah akan habis pada 30 Juni 2025, tetapi hingga saat ini, belum ada langkah konkret dari Liverpool untuk memperpanjang masa baktinya.
Sungguh aneh, bukan? Ini seperti memiliki berlian, tetapi membiarkannya tergeletak begitu saja. Bahkan Jamie O'Hara, seorang pundit sekaligus eks pemain Tottenham, tak ragu menyebut Liverpool "gila" jika membiarkan Salah pergi tanpa perlawanan.
"Liverpool bakal kesulitan mencari pengganti Salah," ujar O'Hara tegas. "Dia konsisten setiap musim, selalu menjadi pembeda di momen-momen genting. Liverpool akan butuh Rp 3 triliun untuk mencari pemain sekelas dia."
Jika Anda penggemar Liverpool, pernyataan ini pasti menggugah rasa khawatir. Tiga triliun rupiah? Itu bukan sekadar uang, melainkan investasi besar dengan risiko tinggi. Siapa yang bisa menjamin pengganti Salah akan memberikan dampak yang sama, atau bahkan mendekati?
Salah sendiri sudah mengisyaratkan bahwa dia bahagia di Anfield. Namun, tanpa inisiatif dari pihak klub, kebahagiaan itu bisa saja memudar. Januari nanti, jendela kesempatan bagi Liverpool untuk mengikat Salah dengan kontrak baru akan terbuka.
Tapi, jika tanda-tanda perpanjangan kontrak tetap nihil, Anda mungkin sudah bisa membayangkan akhir dari cerita ini.
Salah bukan hanya mesin gol. Dia adalah simbol, seorang pemimpin yang telah membantu Liverpool memenangkan hampir semua trofi utama. Kehadirannya di ruang ganti, pengaruhnya di lapangan, serta konsistensinya musim demi musim adalah hal yang sulit, jika bukan mustahil, untuk digantikan.
Dan jika Liverpool benar-benar membiarkan Salah pergi, apa yang akan tersisa? Sebuah penyesalan yang mungkin tak akan pernah benar-benar sembuh. Jadi, saat Anda menyaksikan Salah mencetak gol indah berikutnya, tanyakan kepada diri sendiri: Apa lagi yang harus dilakukan pria ini untuk menunjukkan bahwa dia layak diperjuangkan?