Sulawesitoday - Persija Jakarta kembali menunjukkan tajinya dalam pengembangan talenta muda, sebuah tradisi yang tak lekang oleh waktu. Kali ini, giliran Aditya Warman dan Alwi Fadilah yang mencuri perhatian.
Mereka diberi debut di Liga 1 saat melawan Semen Padang, Jumat (6/12/2024), di Stadion Haji Agus Salim. Bukan hanya tampil, momen ini terasa sempurna karena Persija berhasil membawa pulang kemenangan 1-0.
Aditya menjadi pemain pertama yang diturunkan oleh pelatih Carlos Pena. Masuk pada menit ke-61 menggantikan Syahrian Abimanyu, ia tampil percaya diri. Tak lama berselang, gol kemenangan dari Ryo Matsumura di menit ke-67 seolah mengukuhkan kehadiran Aditya di laga itu.
"Alhamdulillah. Yang terpenting bagi saya adalah tiga poin ini untuk Persija," ungkap Aditya penuh syukur, tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya.
Baca Juga: Rizky Ridho: Pilar Kokoh Timnas Indonesia yang Dilirik Klub J.League dan Eropa
Sementara itu, Alwi masuk menggantikan Witan Sulaeman di menit ke-73. Meski waktunya lebih singkat, kontribusinya dalam menjaga ritme permainan tidak bisa diabaikan. Alwi sendiri bukan wajah baru di level senior, setelah sempat bermain untuk Bekasi City di Liga 2.
Tradisi Persija mempromosikan pemain muda bukanlah hal baru. Nama-nama seperti Muhammad Ferrari, Rio Fahmi, hingga Dony Tri Pamungkas adalah produk asli yang kini menjadi andalan.
Mereka semua lahir dari sistem pembinaan yang matang melalui Persija Elite Pro Academy (EPA), Soccer School, dan program lainnya.
Aditya dan Alwi hanya dua di antara sekian banyak pemain muda yang berhasil menembus tim utama. "Semoga di pertandingan selanjutnya bisa meraih tiga poin dan kami terus konsisten," tambah Aditya, yang juga sibuk bolak-balik memperkuat Timnas Indonesia U-20.
Kesuksesan ini tentu tak lepas dari perhatian Persija terhadap pengembangan usia muda. Bersama Persebaya Surabaya, Persija adalah pionir dalam membangun fondasi sepak bola yang berkelanjutan. Tak heran, pemain seperti Muhammad Ferrari dan Ryuji Utomo berhasil menjadi pilar tim nasional.
Kemenangan di Padang adalah bukti lain bahwa program ini berjalan dengan baik. Bagi Anda yang mendukung regenerasi di sepak bola Indonesia, langkah Persija adalah inspirasi. Mungkin sudah saatnya klub-klub lain mulai meniru formula keberhasilan ini.