Sulawesitoday - Krisis yang dialami Manchester City di paruh pertama musim ini akhirnya mendorong Pep Guardiola untuk bertindak cepat. Cedera ACL yang dialami Rodri, pemain kunci di lini tengah City, jelas meninggalkan lubang besar yang belum sepenuhnya terisi.
"Kami kehilangan ritme dan kestabilan di lapangan," ungkap Guardiola baru-baru ini. Kini, fokusnya adalah membawa Bruno Guimarães, gelandang tangguh Newcastle United, ke Etihad Stadium.
Dengan absennya Rodri hingga akhir musim, City hanya mampu mencatatkan tujuh pertandingan tanpa kemenangan. Bagi tim yang terbiasa mendominasi Liga Primer, ini jelas bukan sesuatu yang biasa.
Kekalahan beruntun ini bahkan telah membuat mereka tertinggal sembilan poin dari Liverpool, yang kini nyaman di puncak klasemen.
Guardiola, yang dikenal tak pernah puas dengan status quo, melihat Guimarães sebagai solusi jangka pendek sekaligus investasi masa depan.
Baca Juga: Mohamed Salah: Raja Anfield yang Harus Dipertahankan, atau Liverpool Akan Menyesal?
Namun, transfer ini tidak sederhana. Newcastle, yang tengah berjuang untuk mempertahankan posisi di zona Liga Champions, memiliki sedikit alasan untuk melepas kapten mereka.
Meski begitu, tekanan finansial yang mungkin menghantui Newcastle jika gagal di kompetisi Eropa dapat menjadi celah negosiasi bagi City. Dengan klausul pelepasan £100 juta, City mencoba menawarkan Matheus Nunes sebagai bagian dari kesepakatan.
Apakah strategi ini akan berhasil? Masih belum pasti. Newcastle dikenal tangguh dalam negosiasi, terutama untuk pemain dengan pengaruh sebesar Guimarães.
Namun, City memiliki daya tarik yang sulit diabaikan—kesempatan meraih trofi lebih banyak dan bermain di bawah asuhan Guardiola.
Guimarães sendiri merupakan gelandang serba bisa. Statistiknya menonjol: akurasi umpan 83%, rata-rata 10 umpan progresif per 90 menit, hingga keberhasilannya dalam tekel membuatnya menjadi sosok yang sulit digantikan.
Tidak hanya itu, kemampuannya menghubungkan lini pertahanan dan serangan adalah atribut yang sangat dibutuhkan City saat ini.
Jika transfer ini berhasil, City tidak hanya memperkuat lini tengahnya tetapi juga mengirimkan pesan kepada rival bahwa mereka tetap berambisi untuk merebut kembali dominasi. Jendela transfer Januari akan menjadi panggung drama berikutnya, dengan saga Guimarães berada di tengah perhatian.