Sulawesitoday - Di Old Trafford, mimpi buruk Manchester United berlanjut. Minggu dini hari (8/12/2024), Nottingham Forest menambah luka Setan Merah dengan kemenangan tipis 3-2. Kekalahan ini, yang kedua secara beruntun setelah dihajar Arsenal, membawa MU semakin terpuruk di papan tengah klasemen.
Forest Ambil Kendali Sejak Awal
Hanya butuh dua menit bagi Forest untuk memberikan kejutan. Nikola Milenkovic memanfaatkan bola mati dengan sundulan keras yang tak mampu dihalau Andre Onana. Gol cepat ini menjadi pembuka laga dramatis.
MU sempat membalas pada menit ke-18. Rasmus Hojlund mencetak gol penyama lewat bola rebound yang terlepas dari tangkapan kiper Forest, Matt Turner. Suasana di stadion kembali memanas, apalagi saat Bruno Fernandes hampir membawa MU unggul dengan tendangan bebas yang membentur tiang pada menit ke-42. Sayangnya, hingga babak pertama usai, skor tetap 1-1.
Babak Kedua yang Menyesakkan
Begitu peluit babak kedua berbunyi, Forest langsung tancap gas. Morgan Gibbs-White melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-47, mengembalikan keunggulan bagi tim tamu. Tak berhenti di situ, Chris Wood mencetak gol ketiga Forest dengan sundulan akurat pada menit ke-54, setelah menerima umpan matang dari Gibbs-White.
Baca Juga: Sosok Penerus Rodri di Manchester City, Bruno Guimarães Siap Didatangkan Pep Guardiola
MU mencoba bangkit. Pada menit ke-61, Amad Diallo memberikan assist cemerlang kepada Bruno Fernandes yang mengeksekusi gol dengan sempurna. Namun, hingga laga berakhir, MU gagal mencetak gol tambahan meski penguasaan bola jelas berada di pihak mereka.
Klasemen Jadi Cerminan Realitas Pahit
Kekalahan ini membuat MU tertahan di peringkat ke-13 klasemen sementara Premier League, hanya dengan 19 poin dari 15 laga. Sebaliknya, Nottingham Forest naik ke posisi lima besar, mengoleksi 25 poin.
Seorang pendukung MU yang enggan disebutkan namanya mengatakan, "Sulit dipercaya ini adalah Manchester United yang sama. Rasanya seperti kehilangan identitas." Komentar itu menggambarkan betapa frustrasinya fans atas performa buruk klub.
Bukan Sekadar Statistik
Di atas kertas, MU mendominasi penguasaan bola. Tapi, seperti yang sering terjadi musim ini, dominasi tidak diterjemahkan menjadi kemenangan. Lini belakang mereka terus menjadi sorotan, dan ini bukan pertama kalinya gol-gol cepat membuat mereka kesulitan mengejar ketertinggalan.
Apa yang Selanjutnya?