prediksi-bola

Pena Jadi Tembok, De Jong Jadi Beban: Rapor Pemain Barcelona Setelah Gagal Menang di Betis

Minggu, 8 Desember 2024 | 10:11 WIB
Pena bersinar, De Jong buat blunder, Barcelona gagal menang lawan Betis! Hasil imbang ini membuat mereka di ujung tanduk di klasemen La Liga.

Sulawesitoday - Barcelona kembali tertahan. Dalam lanjutan La Liga pekan ke-16, pasukan Xavi Hernandez harus puas bermain imbang 2-2 melawan Real Betis di Benito Villamarin. Pertandingan ini menampilkan aksi-aksi individu luar biasa, namun juga kesalahan-kesalahan yang memukul harapan kemenangan.

Inaki Pena, kiper muda Barcelona, adalah sorotan utama. Dengan nilai rapor 9,0, dia berulang kali menyelamatkan gawang dari kebobolan lebih banyak. "Penyelamatan dari tendangan Abde itu luar biasa," kata salah satu pengamat. Tapi saat penalti Betis dieksekusi dengan sempurna, bahkan Pena yang sudah membaca arah bola tak mampu menghentikannya.

Di lini belakang, kontribusi Jules Kounde patut diacungi jempol. Assist untuk gol Lewandowski menjadi bukti peran gandanya sebagai bek yang juga kreator peluang. Meski begitu, pertahanan secara keseluruhan kurang rapat. Beberapa kali, pemain-pemain Betis seperti Los Celso dan Diao terlalu leluasa menciptakan peluang.

Namun, bukan berarti semuanya berjalan buruk. Alejandro Balde, dengan kecepatan dan keberaniannya di sisi kiri, membuat lini pertahanan Betis kewalahan. Jika saja penyelesaian akhir tim lebih tajam, kontribusi Balde mungkin bisa lebih terasa.

Baca Juga: Jadwal La Liga 2024/2025, Siapakah Raja Baru Spanyol?

Di lini tengah, cerita berbeda muncul. Frenkie de Jong, yang biasanya solid, kali ini menjadi sorotan negatif setelah memberikan penalti yang mengubah dinamika pertandingan. Sementara itu, Pedri dan Lamine Yamal tampil impresif. Yamal, dengan nilai rapor 8,5, membuat pertahanan Betis kacau lewat dribel dan umpan-umpannya.

Lini depan Barcelona juga punya masalah. Meski Robert Lewandowski berhasil mencetak gol, kontribusi secara keseluruhan terlihat minim. Hal ini menegaskan bahwa meski produktivitas tetap ada, ketergantungan pada individu menjadi risiko besar.

Hasil imbang ini membuat Barcelona tetap di puncak klasemen, tetapi selisih poin dengan Real Madrid kini hanya dua. Sebuah keunggulan yang bisa terhapus kapan saja.

Apa yang Bisa Dipelajari?
Barcelona harus lebih solid di lini pertahanan, terutama dalam situasi bola mati. Selain itu, keberanian pemain muda seperti Pena dan Yamal memberi harapan bahwa regenerasi sedang berlangsung dengan baik. Xavi, meskipun begitu, jelas punya pekerjaan rumah besar menjelang pertandingan berikutnya.

Terkini