Sulawesitoday - Kemenangan Timnas Indonesia atas Arab Saudi dengan skor 2-0 dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 di Stadion Gelora Bung Karno menyisakan banyak cerita. Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah performa Calvin Verdonk, bek kiri yang disebut-sebut memiliki stamina "tak habis-habis." Julukan itu muncul dari aksinya yang tak biasa, termasuk mengawali serangan balik dari sisi kanan—bukan posisi alaminya.
"Apa rahasianya bisa terus berlari tanpa henti? Apakah kamu punya lima atau enam paru-paru?" tanya Neal Petersen dalam podcast The Haye Way. Pertanyaan ini mungkin terdengar hiperbolis, tapi jika melihat data performa Verdonk, pujian itu rasanya pantas.
Aksi Memukau di GBK
Meski bukan pencetak gol, Verdonk punya kontribusi besar lewat assist brilian untuk gol kedua Marselino Ferdinan. Statistik menunjukkan ia mencatat tiga tekel sukses, satu blok, sembilan sapuan, dan memenangkan lima duel perebutan bola. Umpannya pun akurat, mencapai 79 persen—angka yang luar biasa untuk seorang pemain bertahan.
Baca Juga: Prediksi Lawan Myanmar di Laga Perdana, Indonesia Siap Pamer Dominasi di Piala AFF
Yang menarik, ada momen di mana Verdonk terlihat pincang. Tapi, dia tetap bertahan di lapangan, berlari seperti tidak ada yang terjadi. Tidak sedikit yang bertanya, dari mana datangnya energi semacam itu? "Itu semua soal latihan tambahan dan komitmen," katanya di podcast yang sama.
Transformasi dari Pemalas ke Mesin Tangguh
Tak selalu seperti ini, loh. Verdonk mengaku pernah jadi pemain yang malas, terutama dalam urusan menjaga kebugaran. "Dulu, saya sering merasa lelah setelah latihan reguler dan hanya ingin istirahat," ujarnya. Namun, dua tahun terakhir, dia memutuskan mengubah kebiasaan itu. Latihan tambahan menjadi rutinitasnya, termasuk sesi lari setelah latihan bersama tim.
Data kebugaran dari CySports, perusahaan data olahraga di Belanda, menjadi kunci perubahan ini. "Saya suka berdiskusi dengan pelatih fisik tentang apa yang harus ditingkatkan," tambahnya. Verdonk juga kerap memantau statistik kebugarannya untuk memastikan dirinya lebih siap dibandingkan lawan di lapangan.
Pelajaran untuk Generasi Muda
Bagi pemain muda yang ingin meniru suksesnya, Verdonk punya saran sederhana tapi penuh makna: jangan puas dengan latihan standar. “Tambahkan sedikit lagi. Itu yang membedakan pemain biasa dari yang luar biasa,” katanya.
Kisah Verdonk adalah bukti nyata bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil. Dari seorang "pemalas," kini dia jadi andalan Timnas Indonesia yang membuat banyak orang terpesona.