Sulawesitoday - Hujan deras dan angin kencang menjadi saksi bisu drama di Pier Luigi Penzo Stadium, Senin dini hari. Laga antara Venezia dan Como 1907 ini berlangsung sengit hingga menit akhir. Meski bermain di kandang, Venezia harus puas berbagi angka dengan tamunya setelah gol kemenangan dianulir oleh VAR.
Pertandingan dimulai dengan dominasi Venezia. Mereka membuka keunggulan lebih dulu pada menit ke-16 lewat tembakan keras Joel Pohjanpalo dari luar kotak penalti, memanfaatkan umpan manis Hans Caviglia. Gol ini menjadi sorotan karena lahir dari serangan balik cepat yang dieksekusi sempurna. Babak pertama pun ditutup dengan skor 1-0 untuk Venezia.
Namun, babak kedua menghadirkan cerita berbeda. Hanya empat menit setelah peluit dimulai, Como menyamakan kedudukan melalui gol bunuh diri Antonio Candela. Bola silang yang gagal diantisipasi malah bersarang di gawang sendiri, mengubah skor menjadi 1-1.
Ketegangan meningkat di menit ke-56. Andrea Belotti, striker senior Como, mencetak gol indah yang membawa tim tamu berbalik unggul. Tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti membuat kiper Venezia, Filip Stankovic, tak berkutik. Como pun memimpin 2-1, dan suasana stadion sempat terdiam.
Baca Juga: Kisah Heroik Calvin Verdonk, Kram Paha Tak Halangi Perjuangan Lawan Arab Saudi
Namun, Venezia tak tinggal diam. Gol spektakuler diciptakan oleh Gaetano Oristanio di menit ke-69. Melalui tendangan sudut langsung, bola meluncur mulus ke gawang Como, membuat skor menjadi imbang 2-2. Aksi ini, yang dikenal sebagai "Gol Olimpiade," adalah momen paling magis dalam pertandingan tersebut.
Momen puncak terjadi di menit ke-89 ketika Hans Caviglia mencetak gol lewat tembakan jarak jauh. Namun, gol tersebut dibatalkan oleh VAR karena posisi offside dalam proses serangan. Keputusan ini memancing frustrasi dari para pemain dan pendukung Venezia, tetapi tak ada yang bisa dilakukan.
Hasil ini membuat Venezia tetap terpuruk di dasar klasemen Serie A dengan hanya 9 poin. Sementara itu, Como naik ke posisi ke-17 dengan koleksi 12 poin, memberikan sedikit napas lega bagi mereka.
Jay Idzes, bek andalan Venezia, tampil solid sepanjang pertandingan. Dengan 5 sapuan, 4 tekel sukses, dan kemenangan di duel udara, performanya patut diacungi jempol. Namun, upaya kerasnya belum cukup membawa Venezia keluar dari krisis.