Sulawesitoday - Tottenham Hotspur lagi-lagi gagal menang. Dalam derby London yang panas, tim asuhan Ange Postecoglou harus rela kalah 2-4 dari Chelsea. Hasil ini memperpanjang rekor buruk Spurs menjadi hanya satu kemenangan dalam tujuh pertandingan terakhir mereka. Tak hanya itu, keputusan VAR yang kontroversial juga menjadi sorotan utama.
Jamie Carragher, pakar sepak bola dan mantan pemain Liverpool, menyebut dirinya "terkejut" dengan keputusan yang dianggapnya sangat merugikan Spurs. Pada menit ke-33, gelandang Chelsea Moises Caicedo melakukan tekel keras kepada Pape Matar Sarr, langsung mengenai tulang keringnya. Bagi Carragher, tekel itu jelas layak mendapat kartu merah. "Ini kartu merah paling jelas yang pernah saya lihat," ujarnya di Sky Sports.
Namun, VAR memiliki pandangan berbeda. Menurut mereka, tekel tersebut tidak melibatkan "kekuatan yang berlebihan," sehingga Caicedo hanya diberi keuntungan dari keraguan. Keputusan ini langsung memancing diskusi panjang.
Harusnya Merah, Tapi Tidak!
Dalam analisisnya, Carragher mengaku tercengang. "Saya mendengar apa yang dikatakan VAR. Ketika mereka menyebut itu bukan kekerasan berlebihan, saya dan Peter Drury saling memandang—benar-benar tidak percaya," tambahnya. Pendapat ini juga diperkuat oleh Kelly Cates, yang menyebut bahwa wasit seringkali enggan mengeluarkan kartu merah di pertandingan derby dengan tensi tinggi.
Baca Juga: Akhir Spekulasi, Mohamed Salah Siap Perpanjang Kontrak Dua Tahun dengan Liverpool
Tapi, apakah keputusan VAR ini menjadi faktor penentu kekalahan Spurs? Faktanya, Spurs tampil buruk sepanjang pertandingan, terutama setelah unggul 2-0 hanya dalam 15 menit pertama. Mereka tak mampu memanfaatkan momentum, dan pertahanan yang rapuh lagi-lagi menjadi masalah besar.
Postecoglou di Bawah Tekanan
Tidak ada kemenangan dalam empat pertandingan terakhir jelas bukan statistik yang diinginkan oleh pelatih baru Tottenham. Ange Postecoglou kini mulai menghadapi tekanan besar. Gaya bermain menyerang yang diterapkannya terlihat terlalu riskan saat menghadapi tim besar seperti Chelsea.
“Para pemain harus bertanggung jawab. Mereka gagal melakukan hal-hal dasar dengan benar,” ujar seorang analis pertandingan. Jika Postecoglou tidak segera mencari solusi, Tottenham bisa terus menderita dalam menghadapi tim-tim besar.
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday.com! Dapatkan update terbaru seputar Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Tinggal klik di sini dan langsung JOIN!
Harapan dan Kekecewaan Fans Spurs
Kekalahan ini tidak hanya melukai posisi Tottenham di papan klasemen, tetapi juga moral para pemain. Banyak fans berharap lebih, terutama setelah awal musim yang cukup menjanjikan. “Kami terlalu sering menyia-nyiakan peluang. Ini tidak bisa terus dibiarkan,” keluh seorang pendukung.
Jika ada yang harus dipetik dari kekalahan ini, mungkin itu adalah pelajaran bahwa sepak bola bukan hanya soal menyerang. Ada saatnya strategi bertahan harus diperkuat, terutama dalam laga derby yang intens seperti ini.