Sulawesitoday - Kemenangan 4-3 Chelsea atas Tottenham Hotspur mungkin terdengar seperti kemenangan besar. Tapi, jika Anda menyaksikan pertandingan itu dari awal hingga akhir, ada satu pertanyaan besar: apakah Chelsea benar-benar siap untuk bersaing memperebutkan gelar?
Marc Cucurella, misalnya, menjadi simbol inkonsistensi Chelsea. Bek kiri ini terpeleset dua kali dalam situasi krusial, memberi Tottenham dua gol mudah.
"Itu kesalahan yang tak seharusnya terjadi di level ini," ujar analis sepak bola John Barnes. Meski akhirnya memberikan assist untuk gol pembuka Chelsea, performa Cucurella memperlihatkan betapa tipisnya margin kesalahan di Premier League.
Namun, bukan hanya Cucurella yang perlu introspeksi. Chelsea sebagai tim masih menunjukkan pola permainan yang naik-turun. Setelah kalah 1-2 dari Manchester City, mereka memang bangkit melawan Newcastle (2-0) dan mencetak comeback heroik di laga melawan Tottenham. Tetapi, ketidakstabilan ini bisa menjadi bumerang di tengah persaingan sengit dengan Arsenal dan Tottenham.
Rival Siap Mengejar, Chelsea Tak Bisa Lengah
Premier League bukan tempat untuk tim yang sering terpeleset, baik secara harfiah maupun metaforis. Arsenal, misalnya, tidak akan memaafkan kesalahan seperti yang dibuat Chelsea. Klub berjuluk The Gunners itu punya sejarah besar di Piala FA dan kini haus akan kejayaan domestik. Tottenham juga, meski kalah dari Chelsea, tetap memiliki daya juang yang tinggi dan potensi tak terduga di bawah manajer baru mereka.
Chelsea saat ini memang berada di posisi kedua klasemen sementara dengan 31 poin, tapi rival-rival di bawah mereka tidak jauh. Arsenal dan Manchester United, misalnya, hanya butuh satu hasil buruk dari Chelsea untuk kembali ke perebutan gelar.
Baca Juga: Dasar Tengil, Cole Palmer Pamer Trofi di Markas Spurs Setelah Kemenangan Epik
Perbaikan Mendalam Diperlukan
Konsistensi adalah kunci. Jadon Sancho dan Cole Palmer mungkin bisa diandalkan untuk mencetak gol, tetapi apa artinya jika lini belakang terus memberi hadiah kepada lawan? Kesalahan individu seperti yang dilakukan Cucurella tidak hanya memengaruhi hasil pertandingan, tetapi juga moral tim.
Jika Chelsea ingin benar-benar menjadi penantang gelar, Graham Potter harus memastikan pertahanan lebih solid, terutama saat menghadapi tim-tim besar. Dan mungkin, ini saatnya memberi lebih banyak kesempatan kepada bek-bek muda untuk menunjukkan kualitas mereka.
Panggilan untuk Bangkit
Premier League selalu memberi pelajaran keras bagi tim yang lengah. Chelsea sudah diberi "peringatan" melalui momen-momen sulit di laga melawan City dan Tottenham. Apakah mereka akan belajar dari itu? Atau, justru terpeleset lagi seperti Cucurella?
Ayo Gabung di Channel WhatsApp Sulawesitoday.com! Dapatkan update terbaru seputar Timnas Indonesia, BRI Liga 1, Liga Champions, Liga Inggris, Liga Italia, Liga Spanyol, bola voli, MotoGP, hingga bulutangkis. Tinggal klik di sini dan langsung JOIN!