Sulawesitoday - Ketika Juventus menjamu Manchester City di Allianz Stadium pada 12 Desember 2024, semua mata akan tertuju pada pertempuran dua gelandang utama: Kevin De Bruyne dan Manuel Locatelli.
Bukan sekadar pertandingan biasa, laga ini menentukan nasib kedua tim di fase grup Liga Champions. Tetapi siapa sebenarnya yang memiliki keunggulan nyata?
Kevin De Bruyne: Visi, Kreativitas, dan Ancaman Utama
Kevin De Bruyne bukan hanya otak permainan Manchester City—dia adalah mesin yang menggerakkan setiap serangan. Sebagai playmaker utama, perannya begitu krusial. Dengan rata-rata 3,1 umpan kunci per pertandingan musim ini, De Bruyne tetap menjadi senjata paling berbahaya bagi City. Bahkan di tengah performa tim yang tidak konsisten, ia tetap mampu menciptakan peluang dari situasi sulit.
Namun, satu kelemahan yang sering terlihat adalah ketergantungan City terhadap De Bruyne. Ketika lawan berhasil mematikan pergerakannya, seperti yang dilakukan Arsenal beberapa bulan lalu, ritme permainan mereka cenderung menurun drastis. Juventus kemungkinan besar akan mencoba strategi serupa melalui Locatelli.
Baca Juga: Prediksi Starting Lineup Juventus vs Manchester City Liga Champions 12 Desember 2024
Manuel Locatelli: Penjaga Lini Tengah Juventus
Sebagai jangkar di lini tengah Juventus, Locatelli menghadirkan stabilitas yang sangat diperlukan timnya. Tidak hanya bertahan, ia juga kerap menjadi penghubung dalam transisi cepat dari bertahan ke menyerang. Dengan tingkat keberhasilan tekel sebesar 82%, dia memiliki kemampuan untuk menghentikan ancaman sebelum mencapai area berbahaya.
Namun, ada sisi lain dari permainan Locatelli. Meskipun solid, ia terkadang terlalu berhati-hati dalam mendistribusikan bola, yang dapat memperlambat tempo serangan Juventus. Jika De Bruyne berhasil menekan atau memancingnya keluar dari posisi, Juventus bisa menghadapi masalah besar di sektor tengah.
Baca Juga: Head-to-Head Juventus vs Manchester City Liga Champions 2024, Siapa Lebih Unggul?
Rekor Head-to-Head: Juventus di Atas Angin
Fakta menarik: Juventus belum pernah kalah dari Manchester City dalam lima pertemuan terakhir mereka di kompetisi Eropa. Sebuah statistik yang tentu menambah kepercayaan diri tim asuhan Thiago Motta. Namun, Pep Guardiola belum pernah menghadapi Juventus dengan tim City-nya, dan itu bisa menjadi faktor pembeda.
Di sisi lain, City datang ke Turin dengan beban berat. Dengan pertandingan melawan PSG dan Club Brugge yang menanti, kekalahan di sini hampir pasti membuat mereka terjebak di play-off. Ini memberikan tekanan tambahan, tetapi juga motivasi yang sangat besar.