Banner kesbanpol2 2024

Program UPPO dan Bantuan Pupuk Organik Solusi Kelangkaan di Parimo

waktu baca 2 menit
Foto: seorang petani sedang menabur pupuk bantuan dari pemerintah di sawah miliknya. (Aswadin).

Program UPPO dan Bantuan Pupuk Organik Solusi Kelangkaan di Parimo

Sulawesitoday – Pemerintah daerah (Pemda) Parigi Moutong (Parimo) melalui Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) tengah berupaya mengatasi kelangkaan pupuk yang dikeluhkan para petani.

Salah satu solusi yang ditawarkan adalah melalui program pengembangan Unit Pengolahan Pupuk Organik (UPPO) dan bantuan pupuk organik dari Kementerian Pertanian.

Program UPPO

Beberapa waktu lalu, Kepala Bidang Sarana Prasarana DTPHP Parimo, Ariesto, menjelaskan program UPPO memanfaatkan kotoran hewan sebagai bahan baku pupuk organik.

Program ini menyediakan bantuan senilai Rp 300 juta per kelompok tani untuk mendukung pengembangan UPPO.

“Tujuannya untuk membantu kelompok tani binaan READSI dalam mengatasi kelangkaan pupuk dan meningkatkan kualitas hasil panen,” ujar Ariesto.

Bantuan Pupuk Organik dari Kementerian Pertanian

Selain program UPPO, DTPHP Parimo juga memfasilitasi bantuan pupuk organik dari Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Bantuan ini berupa pupuk organik yang terbuat dari kotoran sapi.

“Tahun ini, ada tiga kelompok tani di Parimo yang menerima bantuan tersebut,” kata Ariesto.

Ariesto berharap program UPPO dan bantuan pupuk organik dari Kementerian Pertanian dapat membantu mengatasi kelangkaan pupuk di Parimo.

Pengawasan Pupuk Bersubsidi

Ariesto menambahkan bahwa pengawasan terhadap pupuk bersubsidi di Parimo dilakukan dengan ketat. DTPHP Parimo bekerja sama dengan penyidik dari Provinsi Sulawesi Tengah untuk memastikan pendistribusian pupuk bersubsidi tepat sasaran.

“Pengawalannya ketat untuk pupuk subsidi. Bantuan lokal dengan dana alokasi umum (DAU) mungkin pengawasannya tidak seketat itu,” tuturnya.

Program UPPO dan bantuan pupuk organik dari Kementerian Pertanian diharapkan dapat menjadi solusi untuk mengatasi kelangkaan pupuk di Parimo. Selain itu, pengawasan terhadap pupuk bersubsidi akan terus dilakukan untuk memastikan pendistribusiannya tepat sasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *