Banner DLH 2024,d

Pupuk Subsidi untuk Pertanian Sulawesi Tengah: Pemantauan Distribusi yang Tepat dan Efisien

waktu baca 2 menit
Pupuk Subsidi untuk Pertanian Sulawesi Tengah: Pemantauan Distribusi yang Tepat dan Efisien

Pupuk Subsidi untuk Pertanian Sulawesi Tengah: Pemantauan Distribusi yang Tepat dan Efisien

Sulawesitoday– Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Sulawesi Tengah (Sulteng) menegaskan pentingnya distribusi pupuk subsidi sesuai target kepada petani penerima, guna menghindari potensi masalah di masa mendatang.

Dalam keterangan yang disampaikan oleh Kepala Dinas TPH Sulteng, Nelson Metubun, di Palu, Jumat, dia menekankan bahwa pupuk subsidi harus diberikan kepada penerima yang memang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan berdasarkan data induk Pemerintah Provinsi Sulteng.

“Pentingnya pupuk dalam meningkatkan produktivitas pertanian membuat distribusi pupuk subsidi harus dilakukan dengan akurat sesuai dengan daftar penerima yang telah terverifikasi,” ujar Nelson Metubun.

Menurut data Kementerian Pertanian, alokasi pupuk subsidi untuk Sulteng tahun 2024 mencapai 61.816 ton, terdiri dari berbagai jenis seperti urea, NPK, dan NPK formula khusus. Namun, realisasi distribusi dalam dua bulan terakhir menunjukkan adanya penyaluran yang melebihi alokasi, terutama untuk urea, NPK, dan NPK Formula.

Sasaran penggunaan pupuk subsidi, sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2023, mencakup subsektor tanaman pangan, hortikultura, dan perkebunan. Hal ini menandakan pentingnya penggunaan pupuk subsidi untuk meningkatkan produktivitas sektor-sektor tersebut, yang merupakan tulang punggung perekonomian di daerah ini.

Nelson juga menyoroti perlunya pengawasan yang ketat terhadap distribusi pupuk subsidi dari tingkat distributor, untuk memastikan bahwa para petani tidak terhambat dalam produksi mereka karena kekurangan pasokan pupuk. Dia juga mengajak para petani untuk menggunakan pupuk subsidi dengan bijak, sehingga pasokan yang ada dapat tersalurkan secara merata dan tepat sasaran.

“Dengan memantau distribusi pupuk secara efisien dan memastikan penggunaannya sesuai dengan target, kami berharap dapat meningkatkan produktivitas pertanian di Sulawesi Tengah, dan dengan demikian memperkuat ketahanan pangan daerah,” tambah Nelson.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *