Tanam durian, Investor China minta Pemda Parimo siapkan lima ribu Ha

waktu baca 2 menit
Tanam durian, Investor China minta Pemda Parimo siapkan lima ribu HaInvestor asal China, Ms. Qiu Aijun, bersama dengan rekan bisnisnya, Mr. Ouyang, mengunjungi Kabupaten Parigi Moutong untuk menjajaki peluang investasi di sektor pertanian.

Tanam durian, Investor China minta Pemda Parimo siapkan lima ribu Ha

Investor asal China, Ms. Qiu Aijun, bersama dengan rekan bisnisnya, Mr. Ouyang, mengunjungi Kabupaten Parigi Moutong untuk menjajaki peluang investasi di sektor pertanian.

Mereka meminta kepada Pemerintah daerah (Pemda) Parimo untuk menyediakan lahan seluas 5.000 hektar guna menanam bibit durian.

“Saya akan segera menindaklanjuti hasil pertemuan ini bersama Kemenko Marves,” ungkap Ms. Qiu saat pertemuan dengan Pemda Parimo belum alama ini.

Ms. Qiu juga meminta Pemda Parimo untuk segera menyusun data terkait situasi dan kadar tanah di lahan yang akan digunakan untuk penanaman durian.

“Saya, sebagai investor,meminta kepada Pemda Parimo untuk menyiapkan segala data yang terperinci, sesuai dengan kondisi lapangan dan kadar tanah di lahan tersebut,” sebutnya.

Pertemuan ini menandai langkah awal yang potensial dalam upaya mengembangkan sektor pertanian, dengan harapan bahwa kerjasama antara investor asing dan Pemda akan membawa manfaat ekonomi dan peningkatan kualitas produk pertanian di Kabupaten Parimo.

Permintaan itu pun disambut baik Pemda Parimo, yang menyatakan kesiapannya untuk menyediakan lahan itu.

Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan, Mohamad Yasir menyampaikan potensi yang dimiliki oleh Pemda Parimo dalam budidaya durian, dengan luas lahan sekitar 3.833,49 hektar, Pemda Parimo saat ini memiliki sebanyak 383.349 pohon durian dengan produksi tahunan mencapai 305.419 ton.

“Dengan luas lahan yang dimiliki, Pemda Parimo memiliki 5 Rayon penghasil buah durian, termasuk Moutong Raya, Tomini Raya, Eks Ampibabo, Eks Parigi, dan Tobasa. Produksi dari kelima Rayon ini telah berhasil menembus pasar internasional, seperti Thailand,” sebutnya.

Topik terkait

Namun, Yasir mencatat beberapa tantangan yang dihadapi dalam pengembangan durian di Kabupaten Parimo, termasuk kurangnya perkebunan intensif, kurangnya pengetahuan pelaku usaha dan petani tentang standar ekspor, serta masalah penyimpanan dan serangan hama serta penyakit pada tanaman durian.

“Melihat standar ekspor yang ketat saat ini, kami meminta investor yang berinvestasi di daerah ini untuk membangun packing house sesuai standar ekspor guna menjaga kualitas buah durian selama proses ekspor,” pintanya.

Selaras dengan permintaan investor asal China untuk penanaman bibit durian seluas 5.000 hektar, Pemda Parimo juga berharap agar proses penanaman dan panen buah durian melibatkan Masyarakat setempat, terutama yang tinggal di sekitar lahan yang akan digunakan.

“Pemda Parimo telah menyatakan kesiapannya untuk menyediakan lahan seluas 5.000 hektar. Kami juga mengharapkan agar investor melibatkan Masyarakat lokal, terutama yang berada di sekitar lahan tersebut, dalam proses penanaman dan panen buah durian nantinya,” tutupnya. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *