GIF-banner-2024

Upaya Kolaboratif BRIDA Prov. Sulteng, Jasa Raharja, dan Untad Tunjukkan Hasil Nyata dalam Penurunan Stunting di Desa Simoro, Sigi

waktu baca 2 menit
Foto: Kepala BRIDA Prov. Sulteng, Faridah Lamarauna, saat bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tengah, Jasa Raharja, dan Universitas Tadulako (Untad) dalam program penanganan stunting di Desa Simoro, Sigi. (Aswadin)

Upaya Kolaboratif BRIDA Prov. Sulteng, Jasa Raharja, dan Untad Tunjukkan Hasil Nyata dalam Penurunan Stunting di Desa Simoro, Sigi

Sulawesitoday – Sinergi Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Sulawesi Tengah, Jasa Raharja, dan Universitas Tadulako (Untad) dalam program penanganan stunting di Desa Simoro, Sigi, menunjukkan hasil yang menggembirakan. Evaluasi tahap pertama menunjukkan penurunan angka stunting dan ibu hamil berisiko Kekurangan Energi Kronis (KEK).

Kepala BRIDA Prov. Sulteng, Faridah Lamarauna, mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dalam program ini. Ia mengungkapkan bahwa penanganan stunting di Kabupaten Sigi menjadi fokus utama karena prevalensinya yang tinggi.

“Pemberian bantuan penanganan stunting oleh berbagai pihak selama ini belum menunjukkan hasil yang optimal. Oleh karena itu, diperlukan upaya kolaboratif dan terstruktur seperti program ini,” jelas Faridah, Rabu 15 Mei 2024.

Program ini merupakan wujud nyata dari regulasi yang dikeluarkan oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang melibatkan seluruh perangkat daerah dan stakeholder dalam penanganan stunting.

Hasil evaluasi menunjukkan bahwa program ini efektif dalam menurunkan angka stunting dan ibu hamil berisiko KEK di Desa Simoro. Data terbaru menunjukkan penurunan jumlah anak berisiko stunting dari empat menjadi dua anak.

“Kami berharap program ini dapat direplikasi di desa-desa lain di Sulawesi Tengah sehingga target zero stunting dapat tercapai,” ujar Faridah.

Pemerintah Desa Simoro melalui perwakilannya, Tahir Nasri, menyambut baik program ini dan berterima kasih kepada BRIDA Prov. Sulteng, Jasa Raharja, dan Untad atas kontribusi mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *