Banner DLH 2024,d

Wali Kota Palu Dukung Transaksi Non Tunai: Upaya Cegah Inflasi

waktu baca 2 menit
Foto: Walikota Palu, H Hadianto Rasyid saat menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah yang baru, Rony Hartawan, pada Rabu, 20 Maret 2024, di rumah jabatan Wali Kota (Muhammad Aqil Azizi)

Wali Kota Palu Dukung Transaksi Non Tunai: Upaya Cegah Inflasi

Sulawesitoday – Wali Kota Palu, H. Hadianto Rasyid, SE, menegaskan dukungannya terhadap transaksi non tunai dalam upaya mengendalikan inflasi di Kota Palu. Pernyataan tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sulawesi Tengah yang baru, Rony Hartawan, pada Rabu, 20 Maret 2024, di rumah jabatan Wali Kota.

Dalam pertemuan yang hangat itu, kedua belah pihak membahas berbagai hal terkait upaya pengendalian inflasi di daerah, dengan fokus pada penerapan transaksi non tunai. Menurut Wali Kota Hadianto, langkah ini sangat relevan mengingat semakin canggihnya teknologi dan pentingnya efisiensi dalam bertransaksi.

Salah satu aspek yang dibahas adalah penggunaan Kartu Kredit Pemerintah (KKP) sebagai alat pembayaran yang efektif. Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah mendorong penggunaan KKP dalam transaksi pemerintah, sejalan dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 196/PMK.05/2018 tentang Tata Cara Pembayaran dan Penggunaan Kartu Kredit Pemerintah.

Dalam keterangannya, Rony Hartawan menekankan pentingnya transaksi non tunai sebagai langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah. “Dengan adopsi transaksi non tunai melalui KKP, diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan transparansi dalam pengelolaan keuangan pemerintah daerah,” ujarnya.

Wali Kota Hadianto menyambut baik inisiatif tersebut dan menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh implementasi transaksi non tunai di Kota Palu. “Kami akan bekerja sama dengan Bank Indonesia dan instansi terkait untuk memperkuat infrastruktur pembayaran non tunai guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mencegah potensi inflasi yang merugikan,” kata Hadianto.

Dengan dukungan dari Pemerintah Kota Palu, Bank Indonesia, dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan penerapan transaksi non tunai dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *