Apakah Semut Hewan Terkecil di Dunia? Mengungkap Keajaiban Hewan-Hewan Mini Lainnya

waktu baca 3 menit
illustrasi binatang semut. Foto: tangkap layar unsplash

Sulawesitoday –  Ketika berbicara tentang hewan terkecil di dunia, semut mungkin menjadi jawaban yang paling umum.

Namun, tahukah Anda bahwa ada beberapa hewan lain yang bahkan lebih kecil dan mungkin belum pernah Anda dengar sebelumnya?

Inilah daftar lengkap hewan terkecil di dunia yang patut untuk dipertimbangkan:

Baluchistan Pygmy Jerboa (Salpingotulus michaelis):

Dikenal sebagai Jerboa Kerdil, hewan ini merupakan spesies pengerat yang hanya memiliki panjang kepala dan tubuh sekitar 4,4 cm dengan ekor sekitar 8 cm.

Hidup di gurun Pakistan dan Afghanistan, Jerboa Kerdil adalah hewan nokturnal yang aktif di malam hari, bergerak dengan melompat dan menggali di bawah semak-semak kecil untuk mencari makanan.

Bumblebee Bat (Craseonycteris thonglongyai):

Juga dikenal sebagai kelelawar Bumblebee, hewan ini adalah mamalia terkecil di dunia dengan panjang sekitar 1,14-1,3 inci atau 29-33 milimeter.

Populasinya terancam punah karena gangguan ekstraksi batu kapur di Thailand dan Burma, tempat mereka biasanya hidup di gua-gua batu kapur sepanjang sungai.

Katak Paedophryne Amauensis:

Topik terkait

Merupakan katak terkecil di dunia dengan panjang sekitar 7,7 mm.

Habitatnya terletak di Papua Nugini, tinggal di hutan hujan tropis dan sering ditemukan pada daun layu lembab.

Bunglon Brookesia Micra:

Jenis bunglon ini memiliki tubuh berukuran 2-3 cm, ditemukan di Madagaskar.

Makanannya melibatkan semut dan lalat buah, dan mereka menggunakan ekor mereka sebagai kaki untuk memanjat.

Burung Kolibri Lebah (Mellisuga helenae):

Burung terkecil di dunia dengan panjang sekitar 57 mm dan berat 2 gram, hidup eksklusif di Kuba.

Dikenal karena kemampuannya mengepakkan sayap hingga 200 kali per detik, burung ini mengonsumsi nektar dan serangga kecil.

Kelinci Pygmy:

Kelinci dengan bulu abu-abu dan bintik putih di hidungnya, tidak tumbuh lebih besar dari kaki manusia.

Hidup di lubang atau dekat rerumputan tinggi, kelinci ini aktif di siang hari dan rentan terhadap predator seperti rubah dan musang.

Kura-Kura Speckled Padloper:

Kura-kura terkecil di dunia, memiliki warna krem keemasan dan cangkang berbintik-bintik hitam.

Mengonsumsi makanan nabati dan sering ditemukan di Afrika Selatan.

Tikus Etruria:

Juga dikenal sebagai Etruscan Shrew, tikus ini memiliki berat hanya 1-2 gram dan hidup di Eropa, Afrika Utara, dan Malaysia.

Ciri khasnya termasuk gerakan cepat dan telinga yang besar.

Slender Blind Snakes:

Ular benang yang bertubuh ramping, hidup di Amerika Tengah, Selatan, dan Utara, serta Afrika dan Asia Barat Daya.

Terlihat seperti benang bergerak, mereka hidup di habitat gurun atau hutan hujan.

Northern Pygmy-Owl:

Burung hantu kecil dengan warna abu-abu atau abu-abu kecokelatan, ditemukan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Hidup di hutan lembap subtropis dan sering sulit terlihat karena ukuran tubuhnya yang kecil.

Keajaiban dunia mikro ini memberikan perspektif baru tentang keragaman dan keunikan makhluk-makhluk kecil yang mendiami planet ini. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan pengetahuan Anda, terutama bagi Si Kecil yang selalu ingin tahu lebih banyak tentang kehidupan hewan di dunia ini.

Baca juga: Apakah Propithecus candidus benar-benar primata terlangka kedua di dunia?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *