GIF-banner-2024

Bagaimana Penampakan Manusia Hobbit Asal Flores?

waktu baca 3 menit
Bagaimana Penampakan Manusia Hobbit Asal Flores - Pada tahun 2003, tim arkeolog menemukan kerangka yang menyerupai manusia purba di dalam gua di Flores, Indonesia. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, mereka menentukan bahwa manusia tersebut, yang kemungkinan perempuan, memiliki kepala kecil yang tidak normal dan tubuh pendek dengan tinggi hanya 106 cm.

Bagaimana Penampakan Manusia Hobbit Asal Flores – Pada tahun 2003, tim arkeolog menemukan kerangka yang menyerupai manusia purba di dalam gua di Flores, Indonesia. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, mereka menentukan bahwa manusia tersebut, yang kemungkinan perempuan, memiliki kepala kecil yang tidak normal dan tubuh pendek dengan tinggi hanya 106 cm.

Dengan ciri-ciri yang berbeda dari hominin lainnya, para peneliti kemudian memberi nama manusia ini Homo floresiensis dan dikenal sebagai manusia Hobbit, mengacu pada ukuran tubuhnya yang kecil. Saat ini, perkiraan wajah baru memberikan gambaran tentang penampakan individu ini ketika masih hidup di Flores sekitar 18.000 tahun yang lalu.

Proses estimasi wajah manusia Hobbit biasanya melibatkan penggabungan pemindaian tengkorak individu dan data titik yang dikumpulkan dari tengkorak manusia donor. Hal ini digunakan untuk memperoleh gambaran umum struktur wajah.

Namun, karena spesimen yang ada adalah H. floresiensis dan bukan manusia modern (Homo sapiens), pilihan tengkorak yang sesuai sangat terbatas. Oleh karena itu, para peneliti membandingkan pemindaian tomografi komputer (CT) tengkorak manusia Hobbit yang terawetkan dengan pemindaian tengkorak manusia modern (H. sapiens) dan simpanse.

“Kami mengubah kedua bentuk itu untuk menyesuaikan dengan struktur tengkorak H. floresiensis dan menggunakan interpolasi data untuk memperoleh gambaran penampilan wajah manusia Hobbit,” ungkap Cícero Moraes, salah satu rekan peneliti dan ahli grafis asal Brasil.

Moraes melanjutkan, “Tengkorak manusia Hobbit sendiri hampir lengkap, hanya sedikit yang hilang di daerah glabella (bagian dahi di antara alis) dan tulang hidung. Namun, berkat bantuan deformasi anatomi, kami dapat melakukan desain wajah dengan baik.”

Para peneliti menghasilkan dua estimasi wajah manusia Hobbit. Estimasi pertama adalah gambar hitam-putih netral dengan ciri mirip kera, hidung lebar, sementara estimasi kedua memiliki gaya yang lebih modern dengan rambut wajah.

Secara umum, H. floresiensis kemungkinan memiliki hidung yang tidak terlalu menonjol dibandingkan manusia modern, bagian mulut yang sedikit menonjol, dan volume otak yang jauh lebih kecil.

Moraes menjelaskan, “Penampakan wajahnya sangat mengejutkan kami, karena ketika melihatnya, kami melihat beberapa kesamaan dengan pria modern, meskipun tidak cukup untuk mengklasifikasikannya sebagai salah satu dari mereka.”

Gregory Forth, seorang profesor antropologi pensiunan dari University of Alberta yang tidak terlibat dalam penelitian ini, menyatakan bahwa estimasi wajah adalah cara yang baik untuk membantu masyarakat memahami lebih lanjut tentang kerabat manusia purba.

“Teknik deformasi anatomi nampaknya memberikan manfaat dalam studi Homo floresiensis yang sedang berlangsung,” ujar Forth.

“Mereka tidak hanya menyediakan metode untuk menghasilkan gambaran yang lebih hidup secara morfologis tentang hominin primitif kepada masyarakat umum, tetapi juga berpotensi mengungkapkan informasi baru tentang spesies ini dan hubungannya dengan hominid lainnya,” tambahnya saat memberikan tanggapan terhadap hasil rekonstruksi wajah Homo floresiensis.

Baca juga: Apakah Konsumsi Roti Putih Bisa Sebabkan Berat Badan Naik?

Bagaimana Penampakan Manusia Hobbit Asal Flores - Pada tahun 2003, tim arkeolog menemukan kerangka yang menyerupai manusia purba di dalam gua di Flores, Indonesia. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, mereka menentukan bahwa manusia tersebut, yang kemungkinan perempuan, memiliki kepala kecil yang tidak normal dan tubuh pendek dengan tinggi hanya 106 cm.
Bagaimana Penampakan Manusia Hobbit Asal Flores – Pada tahun 2003, tim arkeolog menemukan kerangka yang menyerupai manusia purba di dalam gua di Flores, Indonesia. Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut, mereka menentukan bahwa manusia tersebut, yang kemungkinan perempuan, memiliki kepala kecil yang tidak normal dan tubuh pendek dengan tinggi hanya 106 cm.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *