Sulawesitoday - Pemerintah membantah kabar miring penutupan massal gerai Koperasi Desa Merah Putih yang viral di media sosial.
Kepala Badan Komunikasi RI Muhammad Qodari menegaskan bahwa ribuan bangunan tersebut baru selesai dibangun dan sedang bersiap untuk beroperasi.
"Bukan swalayan mau tutup, memang belum buka," ujar Qodari dalam sebuah acara bincang-bincang di Jakarta.
Proyeksi pembangunan fisik koperasi ini terus dikejar demi mengejar target jangka panjang pemerintah pusat.
Kementerian Koperasi mencatat 1.061 unit gerai resmi berdiri dari target puluhan ribu lokasi pada akhir tahun ini.
Fungsi utama program prioritas ini diarahkan untuk menekan biaya hidup harian masyarakat di pelosok daerah.
Baca Juga: Anggota DPR RI Yoyok Riyo Kritik Koperasi Desa Merah Putih, Khawatir Hanya Jadi Antek Pabrik Besar
Distribusi komoditas pokok seperti gas elpiji dan minyak goreng akan memotong rantai pasok konvensional yang mahal.
"Maka dalam satu tahun sebenarnya masyarakat dapat menghemat sekitar Rp33 triliun," kata Qodari saat memaparkan kalkulasi anggaran belanja.
Potensi penghematan jumbo tersebut dihitung berdasarkan selisih harga eceran barang di pasar umum.
Keluarga penerima manfaat bisa membeli bahan pokok dengan harga yang jauh lebih murah daripada harga normal.
Sektor ketenagakerjaan juga menerima dampak positif yang besar dari ekspansi jaringan koperasi ini.
Pemerintah memproyeksikan penyerapan tenaga kerja lokal dalam jumlah masif seiring bertambahnya gerai baru di wilayah desa.
Peluang kerja baru ini sengaja diciptakan demi mendongkrak pendapatan warga di sekitar lokasi usaha.