Sulawesitoday - Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap asal-usul uang dalam amplop milik Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby. Uang suap pengurusan izin hutan tersebut ternyata berasal dari dana milik Koperasi Unit Desa.
"Ini kan sumbernya dari sisa hasil usaha, dari KUD," kata Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein di Gedung Merah Putih KPK Jakarta, Sabtu, 4 Juli 2026.
Dana itu dikumpulkan oleh bendahara koperasi atas perintah bupati. Staf bupati kemudian menyerahkan uang pecahan tersebut sebelum dibawa langsung untuk menyuap kementerian.
Suhardiman kini menyandang status tersangka dugaan suap jual beli jabatan. Lembaga antirasuah juga menjerat politikus daerah ini dengan pasal gratifikasi pelepasan kawasan hutan.
Skandal ini menyeret nama Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni. Sang menteri mengakui adanya upaya pemberian amplop saat bupati bertamu ke kantornya.
Baca Juga: Jari Anak Terjepit di Knalpot Motor, Aksi Cepat Mekanik Bengkel Jadi Penyelamat
Pertemuan resmi itu berlangsung pada awal Juni lalu. Raja Juli mengklaim langsung memerintahkan ajudan mengembalikan map titipan tanpa membuka isinya.
"Dalam audiensi itu ternyata Pak Bupati Kuansing meninggalkan amplop yang ditutup dengan map," ujar Raja Juli saat memberikan klarifikasi tertulis, Jumat, 3 Juli 2026.
Proses pengembalian barang bukti sempat tertunda selama sepuluh hari. Kesibukan dinas menteri membuat ajudan baru bisa mengantarkan kembali amplop putih pada pertengahan Juni.
Ajudan menteri mengembalikan langsung uang tunai kepada bupati di daerah. Pihak kementerian mengklaim mengantongi bukti foto serta surat tanda terima resmi penyerahan.
Pengembalian klaim sepihak ini terjadi dua pekan sebelum operasi tangkap tangan. Penyidik KPK bergerak menangkap sang bupati dalam operasi senyap akhir Juni kemarin.
Artikel Terkait
Viral Call Center 110 Polri Diadukan Warganet, Terima Laporan Kecelakaan Sambil Bersendawa
Skandal Korupsi Badan Gizi Nasional Seret Perwira TNI Aktif, Kasus Diusut Koneksitas
Menko Pangan dan Gubernur Anwar Hafid Salurkan 3 Ton Pupuk di Sigi
Tambang Galian C Ilegal Bulusan Banyuwangi Naik Sidik, Kasus Masuk Babak Baru
Jari Anak Terjepit di Knalpot Motor, Aksi Cepat Mekanik Bengkel Jadi Penyelamat