Badan Gizi Nasional menyiapkan sanksi tegas berupa pemecatan pengelola dapur program Makan Bergizi Gratis. Langkah ekstrem diambil setelah ratusan pelajar di Kabupaten Karo mengalami dugaan keracunan makanan.
"Kami tidak memberikan toleransi sedikit pun," ujar Kepala Badan Gizi Nasional Sudaryono di Medan, Jumat, 15 Agustus 2026.
Penanganan medis langsung dipantau di ruang perawatan intensif. Korban mendapat perawatan khusus setelah mengonsumsi santapan program pemerintah.
Kondisi kesehatan siswi SMK Negeri 1 Berastagi terus membaik. Tim medis RS Haji Medan mendampingi pemulihan pasien secara maraton.
Jumlah korban terdampak mencapai ratusan pelajar dari tiga sekolah. Keluhan mual dan pusing muncul serentak usai jadwal makan siang.
Baca Juga: BGN Ancam Tutup Dapur MBG yang Pakai Elpiji 3 Kg dan Minyakita
"Satu kasus saja sudah tidak boleh terjadi," kata Sudaryono menegaskan evaluasi total pengelola dapur MBG.
Pemeriksaan sampel makanan masih berlangsung di laboratorium resmi. Tim penegak hukum mengumpulkan bukti untuk memastikan penyebab pasti insiden.
Sanksi pencopotan jabatan membayangi Kepala Satuan Pelayanan Pengawasan Gizi. Aparat sipil negara yang terbukti lalai terancam sanksi pemecatan tidak dengan hormat.
Pemerintah berjanji menanggung seluruh biaya pengobatan para korban. Fasilitas rumah sakit dikerahkan maksimal demi menjamin kesembuhan seluruh siswa.
"Dapur bermasalah akan langsung kami tutup permanen," ucap Sudaryono menutup keterangan pers di RS Haji Medan.
Artikel Terkait
38 Orang Meninggal Dunia dan Ribuan Warga Mengungsi Dampak Gempa NTT Mag 7,7
Diamankan Bersama Barang Bukti Sabu, Satu Nama Justru Hilang dari SPDP
BMKG Deteksi Tsunami Terjang Labuan Bajo Usai Gempa Magnitudo 7,7
Breaking News, Gempa Magnitudo 6.2 Guncang Parigi Moutong Sulteng
Getaran Gempa Mag 6.2 Parigi Moutong, Terasa Hingga Kalimantan