• Kamis, 13 Agustus 2026

Warga Labota Protes Polusi Debu Batu Bara PT IMIP Morowali

.
Muhammad Aqil Azizi, Sulawesi Today
- Rabu, 12 Agustus 2026 | 23:20 WIB
Warga Desa Labota menggelar aksi protes polusi debu batu bara PT IMIP di Morowali pada 12 Agustus 2026.
Warga Desa Labota menggelar aksi protes polusi debu batu bara PT IMIP di Morowali pada 12 Agustus 2026.

@sulawesitodaycom

Rabu, 12 Agustus 2026, ratusan warga Desa Labota di kawasan IMIP Morowali memutuskan turun ke jalan. Mereka tidak sekadar berorasi, tetapi menyuarakan keresahan mendalam atas polusi debu batu bara dan dampak aktivitas dermaga jetty yang mengganggu kesehatan serta ruang hidup masyarakat sekitar. Secara etika industri, keberadaan investasi besar seharusnya sejalan dengan kesejahteraan warga lokal. Namun, ketika kepulan debu batu bara menutup langit pemukiman, Aliansi Masyarakat Labota Melawan (ALAM) mendesak PT IMIP menghentikan operasional yang merusak lingkungan demi menuntut hak paling mendasar: udara bersih dan keadilan ekologis. Menariknya, aksi ini terbukti bukan sekadar penolakan warga terhadap industri, melainkan alarm keras bagi masa depan hilirisasi nasional bahwa kemajuan ekonomi tidak boleh mengorbankan nyawa dan paru-paru warga sekitar. Bagaimana pendapat kalian melihat konflik antara industri dan lingkungan ini? Tulis di kolom komentar dan bagikan video ini agar lebih banyak yang peduli! #DemoMorowali #PolusiBatuBara #LabotaMelawan #DampakIMIP #KeadilanLingkungan

♬ suara asli - Menurut Sulawesitoday - Menurut Sulawesitoday

Sulawesitoday - Puluhan warga Desa Labota bersama gabungan mahasiswa mengepung kawasan industri PT Indonesia Morowali Industrial Park di Sulawesi Tengah.

"Kami menuntut keadilan atas polusi debu batu bara sejak 2024 hingga saat ini tanpa ada perhatian perusahaan," ujar salah satu orator aksi dalam video yang viral, Rabu 12 Agustus 2026.

Aksi massa memuncak akibat frustrasi warga atas pembiaran polusi dermaga. Debu batu bara dari area jetty terus merusak kualitas udara pemukiman.

Ancaman penyakit pernapasan kini membayangi kawasan lingkar tambang. Warga setempat mengaku tidak pernah menerima kompensasi material atau kesehatan.

Aparat pengamanan barikade ketat pintu masuk kawasan vital perusahaan. Ketegangan meletus saat petugas menghadang barisan pendemo yang mencoba masuk.

Baca Juga: Kemarau Ekstrem Ancam Sulteng Hingga Akhir 2026, BMKG Palu Peringatkan Bahaya Karhutla

Adu argumen sengit tidak terelakkan di depan gerbang utama. Massa mendesak jajaran manajemen keluar memberikan penjelasan transparan mengenai penanganan limbah.

"Kami akan terus berdemonstrasi sampai ada kata sepakat tertulis dari pihak perusahaan," tegas warga.

Sikap bungkam manajemen PT IMIP memicu kemarahan publik Morowali. Belum ada satu pun perwakilan perusahaan menemui massa hingga aksi selesai.

Kebuntuan dialog membuat warga menyiapkan gelombang protes susulan. Masyarakat bertekad melipatgandakan massa jika aspirasi lingkungan terus diabaikan.

Aktivitas dermaga bongkar muat batu bara menjadi pemicu utama pencemaran. Sebaran debu menyelimuti rumah warga setiap hari tanpa henti.

Eskalasi konflik lingkungan di Morowali berpotensi semakin membesar. Pemerintah daerah didesak turun tangan menuntaskan persoalan pencemaran udara ini.

"Masyarakat tidak akan mundur sebelum ada kesepakatan tertulis yang adil," pungkas orator.

Editor: Muhammad Aqil Azizi

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini