Sulawesitoday - Ancaman kebakaran hutan memuncak di Sulawesi Tenggara. Fenomena El Nino fase kuat memicu kekeringan ekstrem pada empat kabupaten rawan.
"Polda Sultra memetakan tujuh titik rawan kebakaran hutan yang tersebar di Bombana, Kolaka Utara, Konawe Utara, dan Konawe Selatan," kata Kapolda Sultra Irjen Pol Himawan Bayu Aji pada Selasa, 11 Agustus 2026.
Dua titik rawan mengancam wilayah Kabupaten Bombana. Semak belukar yang mengering membuat kawasan ini berisiko tinggi terbakar.
Wilayah Kolaka Utara mengantongi satu titik rawan. Kondisi geografis wilayah mempercepat penyebaran api saat kemarau tiba.
Satu titik rawan terdeteksi di Konawe Utara. Pemerintah daerah perlu mengawasi ketat aktivitas pembukaan lahan warga.
Konawe Selatan menyimpan titik rawan paling banyak. Tiga lokasi terpisah di wilayah ini membutuhkan pengawasan ekstra ketat.
BMKG mengonfirmasi kenaikan suhu udara akibat El Nino. Fenomena ini memangkas curah hujan secara drastis di Indonesia.
Baca Juga: PT GNI Alami Krisis Keuangan, 1900 Buruh Nikel Morowali Utara Kena PHK
"Lahan vegetasi menjadi sangat kering dan mudah terbakar akibat cuaca ekstrem," sebutnya.
Kelalaian manusia menjadi faktor utama pemicu api. Aktivitas pembakaran sampah sembarangan berpotensi fatal di area kering.
Puncak kemarau nasional melanda sepanjang Agustus ini. Seluruh jajaran kepolisian meningkatkan pengawasan harian di lapangan.
Polda Sultra mencatat dua kasus kebakaran sejak awal tahun. Kasus tersebut melanda area perkebunan warga di Baubau dan Kolut.
"Seluruh jajaran di wilayah Sultra wajib meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran," tutupnya.
Artikel Terkait
Bukan Sabu, BNNK Poso Tegaskan Anggota DPRD Parigi Moutong Pakai Obat Resep Dokter
Retribusi Pasar 0 Persen, DPRD Parigi Moutong Desak Bupati Sanksi Empat OPD Mangkir
546 Pemda Kesulitan Bayar Gaji PPPK, Pemerintah Pusat Suntik Dana Darurat Rp 19 Triliun
Penerbangan Langsung Palu Guangzhou Resmi Buka Potensi Bisnis Sulteng
PT GNI Alami Krisis Keuangan, 1900 Buruh Nikel Morowali Utara Kena PHK